Film "Pengepungan di Bukit Duri" Angkat isu sosial

  • 17 Apr 2025 23:59 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Sutradara kenamaan Indonesia, Joko Anwar, kembali hadir dengan karya terbarunya yang berjudul "Pengepungan di Bukit Duri". Ini merupakan film ke-11 yang disutradarainya dan mulai tayang di bioskop pada tanggal 17 April 2025. Film bergenre drama-thriller ini diproduksi oleh Amazon MGM Studios bekerja sama dengan rumah produksi lokal, Come and See Pictures.

Sinopsis "Pengepungan di Bukit Duri"

Menurut rilis resmi Production House nya, Kamis (17/4/2025), dengan latar Indonesia pada tahun 2027, film ini menggambarkan kondisi sosial yang genting akibat diskriminasi dan kebencian yang meluas. Dalam suasana negara yang berada di ambang kehancuran, muncul sosok Edwin, seorang guru pengganti idealis yang diperankan oleh Morgan Oey. Ia menerima tugas untuk mengajar di SMA Duri, sebuah sekolah yang dikenal sebagai tempat bagi anak-anak bermasalah.

Namun, tujuan utama Edwin bukanlah sekadar mengajar. Ia bertekad menepati janji kepada kakaknya yang telah meninggal untuk menemukan sang keponakan atau anak sang kakak yang hilang. Pencarian tersebut membawa Edwin ke tengah situasi yang mengerikan, di mana kekerasan menjadi hal yang biasa, dan para guru harus berjuang bukan hanya untuk mendidik, tetapi juga untuk bertahan hidup.

Situasi semakin rumit ketika Edwin akhirnya menemukan keponakannya, tetapi pada saat yang sama terjadi kerusuhan besar di luar sekolah. Ia bersama Diana (diperankan Hana Pitrashata Malasan), guru lainnya, harus menghadapi murid-murid brutal yang kini mengincar nyawa mereka. Ketegangan dan kekacauan pun mencapai puncaknya saat mereka terkepung di dalam sekolah.

Isu sosial yang diangkat

Film ini tidak hanya menyajikan ketegangan aksi semata, tetapi juga menjadi cerminan dari kondisi sosial yang kompleks. Melalui karakter-karakter dan situasi ekstrem yang ditampilkan, Joko Anwar menyoroti berbagai isu penting, seperti diskriminasi sosial, kekerasan di lingkungan sekolah, serta ketidakadilan dalam sistem pendidikan.

Joko Anwar sendiri mengungkapkan bahwa ia telah menulis naskah film ini sejak tahun 2007. Namun, menurutnya, realisasi film ini baru memungkinkan dilakukan sekarang dengan pendekatan cerita yang lebih matang dan relevan terhadap kondisi masyarakat saat ini. Ia menyebut Pengepungan di Bukit Duri sebagai karya yang mendesak dan penting bagi publik Indonesia.

Film ini didukung oleh deretan aktor dan aktris berbakat tanah air, antara lain:

Morgan Oey sebagai Edwin

Omara Esteghlal sebagai Jefri

Hana Pitrashata Malasan sebagai Diana

Satine Zaneta sebagai Doti

Farandika sebagai Jay

Fatih Unru sebagai Rangga

Florian Rutters sebagai Sean

Dewa Dayana sebagai Gery

Sandy Pradana sebagai Anto

Kolaborasi antara rumah produksi lokal dan internasional, serta keterlibatan aktor-aktor muda berbakat, diharapkan mampu menjadikan Pengepungan di Bukit Duri sebagai salah satu film Indonesia yang patut diperhitungkan di tahun 2025.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....