Jelajahi Indonesia, Kisah Sidik Permana Taklukkan Nusantara dengan Sepeda Motor

  • 15 Jul 2026 20:13 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Bagi sebagian orang, sepeda motor hanyalah alat transportasi untuk membelah kemacetan kota. Namun, bagi Sidik Permana seorang pria asal Kota Bandung, roda dua adalah kunci untuk membuka gerbang keindahan Nusantara yang sesungguhnya.

Bukan penjelajah profesional, bukan pula fotografer kenamaan, Sidik hanyalah seorang pemuda biasa dengan mimpi yang luar biasa: melihat wajah Indonesia dengan mata kepala sendiri.

"Mengapa aku memilih menjelajah Indonesia dengan sepeda motor, bukan dengan cara lain?" tanya Sidik retoris, mengenang awal mula langkah besarnya.

Dari Aspal Jawa Menuju Gerbang Sumatra

Kisah ini dimulai pada pertengahan tahun 2019. Bergabung dengan sebuah komunitas motor Bandung Nmax Community di Kota Bandung, Sidik kerap mengikuti agenda touring. Namun, rute yang monoton di seputaran Pulau Jawa justru memantik api penasaran yang lebih besar di dalam dirinya. Ia ingin melihat apa yang ada di balik cakrawala Jawa.

Niat itu memuncak di akhir tahun 2020. Dengan bekal perlengkapan seadanya dan rasa penasaran yang membuncah, Sidik memacu motornya menuju Pulau Sumatra. Perjalanan perdana ini menjadi momen sakral baginya.

"Saat itu, yang kubawa bukan hanya perlengkapan perjalanan, tetapi juga rasa penasaran tentang negeri yang selama ini hanya kukenal lewat buku, televisi, dan cerita orang lain," ujar Sidik saat ditemui di kediamannya, Rabu 15 Juli 2026

Sumatra mengubah segalanya. Perjalanan itu membuka mata Sidik bahwa Indonesia jauh lebih luas, megah, dan beragam dari apa yang tertuang di layar kaca. Meski bahasa dan budayanya berganti di tiap perbatasan kabupaten, ada satu hal yang konstan ia temukan: keramahan masyarakatnya yang luar biasa.

Menembus Hutan Kalimantan hingga Menyeberang ke Timor Leste

Puas menjajaki Sumatra, rute berikutnya membawa Sidik ke tanah Borneo. Kalimantan menyuguhkan tantangan berbeda. Jalanan panjang yang membelah hutan belantara hingga menyentuh wilayah perbatasan Malaysia memberikan pelajaran hidup yang tak ternilai.

Haus akan petualangan, kemudi motornya kemudian diarahkan ke wilayah Timur Indonesia. Jalur berliku di Bali, eksotisme Lombok, Sumbawa, Flores, hingga Kupang di Pulau Timor berhasil ia taklukkan. Bahkan, Sidik sempat melintasi batas negara menuju Timor Leste.

Menatap Indonesia dari balik garis batas negara tetangga justru membuat kecintaannya pada tanah air semakin menebal. Ia sadar, betapa megahnya wilayah Nusantara yang kita huni.

43 Hari Menuju Miangas: Menembus Batas Terluar Utara Indonesia

Jika ditanya mana perjalanan yang paling berkesan, Sidik akan mengenang petualangan epik selama 43 hari mengelilingi Pulau Sulawesi. Ini bukan sekadar perjalanan biasa, karena misi utamanya adalah mencapai Pulau Miangas, salah satu pulau terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan Filipina di bagian utara.

Setiap kilometer di Sulawesi menghadirkan ceritanya sendiri:

Tantangan Medan: Dari aspal mulus yang memanjakan mata, hingga jalanan rusak yang menguji ketahanan fisik dan mesin.

Ujian Cuaca: Berjemur di bawah terik matahari yang menyengat, lalu seketika harus menerobos badai hujan lebat.

Namun, semua lelah itu luntur oleh kehangatan manusia yang ditemuinya di sepanjang jalan. Orang-orang asing dengan latar belakang berbeda menyambutnya bak keluarga; menawarkan senyum, sapaan hangat, dan bantuan yang tulus.

Bukan Tentang Jarak, Tapi Tentang Menemukan Diri

Setelah ribuan kilometer berlalu, makna "perjalanan" bagi Sidik telah bergeser. Ini bukan lagi soal ajang pamer jarak tempuh atau sekadar mencentang daftar destinasi wisata populer di media sosial.

"Perjalanan ini adalah cara bagiku untuk mengenal Indonesia lebih dekat. Menemukan diri sendiri di antara keberagaman yang menyatukan kita." kata Sidik.

Kecintaan Sidik Permana pada keberagaman, keindahan, dan luasnya Indonesia memastikan satu hal: perjalanan ini belum usai. Di luar sana, masih banyak jalan yang belum dilewati, banyak daerah terpencil yang belum dikunjungi, dan jutaan cerita masyarakat lokal yang menanti untuk ditemukan.

Bagi Sidik, Indonesia bukan sekadar tempat tinggal di peta dunia, menurutnya ia adalah ruang belajar tanpa batas yang terus ia jelajahi di atas dua roda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....