Aldifi Tegarajasa, Anak Hebat yang Menginspirasi Dunia

  • 03 Nov 2025 16:05 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Namanya Aldifi Tegarajasa, akrab disapa Tegar. Ia lahir berbeda dari kebanyakan anak—tanpa tangan dan hanya memiliki satu kaki. Namun di balik keterbatasan fisiknya, Tegar memiliki semangat yang justru menular kepada siapa pun yang mengenalnya.

Suatu hari, di sebuah studio rekaman, langkah kecil namun penuh makna itu terlihat jelas. Dengan tubuh yang diseret perlahan dari lobi menuju ruang rekaman, wajah Tegar tetap tersenyum. Tidak ada keluhan, tidak ada kesedihan. Hanya keyakinan kuat yang terpancar dari sorot matanya. Seolah ia ingin berkata kepada dunia, “Aku berbeda, tapi aku bisa.”

Baru berusia 14 tahun, Tegar sudah menorehkan prestasi luar biasa. Ia seorang atlet renang paralimpik yang juga gemar bermain sepak bola sebagai pemain belakang. Kini, keberaniannya membawanya melangkah lebih jauh ke dunia seni peran.

Baca juga:Sekda, Delapan Kepala OPD Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi

Tegar memulai debut filmnya lewat karya berjudul “TEGAR”, film inspiratif yang disutradarai Anggi Frisca dengan aktor senior Deddy Mizwar sebagai lawan mainnya. Film ini bukan sekadar hiburan, melainkan potret nyata tentang kekuatan, harapan, dan ketegaran manusia dalam menghadapi hidup.

Tak disangka, film “TEGAR” menuai kesuksesan besar di berbagai festival internasional. Karya tersebut berhasil meraih lebih dari 20 penghargaan, termasuk Film Fitur Fiksi Terbaik di International Children Care Film Festival (ICCFF) Paris dan Golden Butterfly untuk kategori Film Terbaik di Isfahan International Festival of Films for Children & Young Adults di Iran.

Lebih dari sekadar pemeran utama, Tegar menjadi simbol perjuangan kaum difabel,mewakili mereka yang terus melangkah meski dunia sering kali memandang sebelah mata. Ia membuktikan bahwa kekuatan sejati tidak selalu terletak pada fisik, melainkan pada keyakinan dan hati yang pantang menyerah.

Kini, kehadiran Tegar dalam produksi Podcast RRI Bandung pada 31 Oktober 2025 menjadi momentum penting. Dalam perbincangan tersebut, ia berbagi kisah hidupnya yang sarat makna, tentang keberanian untuk berdiri meski harus jatuh berkali-kali.

Tegar mungkin hanya memiliki satu kaki, tapi ia menapaki hidup dengan seribu langkah keberanian. Ia mungkin tak punya tangan, tapi ia memeluk dunia dengan semangat dan ketulusan.

Menonton film “TEGAR” bukan hanya menyaksikan perjuangan seorang anak difabel, melainkan melihat cermin diri sendiri,tentang bagaimana setiap manusia bisa bangkit, berani, dan menjadi Tegar dalam menghadapi hidup.

Penulis; Soleman Yusuf

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....