Dari Garut Mencari Keberuntungan jadi Tukang Gunting Rambut

  • 14 Okt 2025 19:45 WIB
  •  Bandung

KBRN, Subang : kehidupan yang cukup berat dirasakan oleh Keril Burhan (45), seorang tukang pangkas rambut asal Kabupaten Garut, yang sudah belasan tahun buka pangkas rambut di Kabupaten Subang. Di tengah melambungnya harga kebutuhan pokok masyarakat, yang sangat tinggi, sehingga berdampak terhadap beban hidup yang dialaminya saat ini.

Dengan penghasilan tidak menentu, antara Rp 200 hingga Rp 300 ribu per hari. Pendapatannya tersebut, belum untuk membayar kontrakan ruko yang ia sewa sebesar Rp 12 juta per tahun, biaya listrik dan air PDAM, biaya anak sekolah, dan biaya hidup keluarga, serta bayar sewa rumah untuk tempat tinggal keluarganya, terkadang tidak cukup.

"Ya si cukup-cukupin saja Pak, kondisinya seperti sekarang ini, ya mau apa lagi. Mungkin, kondisi ini tak hanya dialami oleh saya sendiri, mungkin juga oleh semua kalangan," tegas Keril kepada RRI di Subang, Senin (14/10/2025).

Meski demikian, dirinya tetap melakoni profesinya dengan tekun, setiap hari pergi pagi, pulang hampir tengah malam, demi bertahan hidup, dan demi menghidupi keluarganya.

Tetap tawakal dan berusaha terus, yang membuat dirinya tetap memiliki semangat yang tinggi, agar anak-anaknya bisa mengenyam pendidikan yang lebih tinggi, dengan harapan, anak-anaknya bisa sukses, tidak seperti bapaknya yang seorang tukang pangkas tambut, yang tidak memiliki penghasilan yang tidak menentu ini.

Kehidupan yang jauh lebih parah dari saat ini, pernah dilakoninya, saat pandemi covid-19. Penghasilannya anjlok hampir 75 persen. "Dulu mah waktu pandemi covid-19, jauh lebih parah, sekarang sih agak mendingan Pak," tuturnya.

Ia berharap, kondisi saat ini cepat kembali membaik. Sehingga perekonomian bisa kembali stabil. "Mudah-mudahan saja, kondisi ini cepat berlalu, agar masyarakat tidak lagi mengakami kesusahan seperti sekarang ini," pungkas dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....