Doa Bu Kokom yang Dicuri
- 18 Sep 2025 12:51 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci, menjadi impian Kokom. Kokom merupakan seorang pensiunan guru di Bandung.
Demi mewujudkan impiannya pergi ke Tanah Suci, Kokom sejak tahun 2025 menabung sedikit demi sedikit dari gaji bulanan dan uang pensiunnya. Harapannya sederhana, sebelum usianya terlalu tua, ia bisa berangkat ke Tanah Suci.
Ia pun mendaftar pada tahun 2010. Kokom mendapatkan nomor antrian haji dengan perkiraan berangkat pada tahun 2023.
Tahun demi tahun ia lewati dengan penuh kesabaran. Setiap kali ada kabar keberangkatan jemaah dari lingkungannya, Kokom selalu menitip doa agar Allah juga memanggilnya segera.
Ia terus menjaga kesehatan, mengurangi makan manis, rajin jalan pagi, agar saat panggilan itu tiba, ia masih kuat. Hingga akhirnya pada tahun 2025 waktu yang dinanti nanti selama hidupnya, kabar buruk untuk datang.
Kokom mendapatkan kabar, kuota hajinya ditunda. Ada pengaturan ulang karena kuota dipakai oleh pihak lain.
Kokom pun bingung. Padahal ia sudah ikut semua prosedur resmi.
Anaknya, Raka, yang seorang sopir ojek online, mencoba mencari tahu. Dari berita, ia membaca bahwa ada praktik jual beli kuota haji untuk pejabat dan orang-orang berduit yang ingin berangkat cepat tanpa antre panjang.
Raka marah, “Ibu sudah nunggu hampir 13 tahun, kok bisa disalip orang yang baru daftar?,"ujar Raka sambil tak habis pikir hal itu terjadi.
Kokom hanya menunduk. Di matanya ada air bening yang jatuh.
“Mungkin ini ujian, Nak. Tapi rasanya sakit sekali. Ibu takut usia ibu sudah 67, kalau ditunda lagi, apa ibu masih sempat?”ucap Kokom rilih.
Raka menggenggam tangan ibunya. Ia merasa marah, kecewa, sekaligus tak berdaya. Korupsi itu bukan hanya merampas kuota haji, tapi juga merampas doa memenuhi panggilan suci seorang ibu yang sudah puluhan tahun menunggu dengan sabar.
(Penulis: Soleman Y).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....