Seminar Produk UMKM, Pemkab Dorong Usaha Mikro Keluarga
- 15 Sep 2026 20:19 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Garut — Disela seminar bertajuk "Promosi Produk UMKM melalui Digital dan Investasi Massa Otot" di Sekretariat DWP Kabupaten Garut, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Garut, Budi Gan Gan Gumilar, menyampaikan materi mengenai strategi promosi digital untuk mendorong anggota DWP membangun usaha mikro di lingkungan keluarga.
Ia berharap anggota DWP dapat berperan sebagai ambasador sekaligus pembina bagi masyarakat sekitar dalam mengembangkan usaha mikro. Dalam kegiatan tersebut, panitia juga memberikan challenge pembuatan video promosi kepada peserta.
"Harapannya dengan pelatihan ini pertama pengetahuan mereka meningkat, kedua literasi digitalisasi mereka semakin mumpuni, dan yang paling utama adalah bagaimana mereka bisa mendorong dan membangun usaha-usaha mikro, bisa naik kelas, dan menjadi salah satu kebanggaan Kabupaten Garut terjadinya peningkatan ekonomi di Kabupaten Garut," katanya, di Garut, Selasa, 15 September 2026.
Selain materi digitalisasi UMKM, praktisi kesehatan dan kebugaran, Hendra Rosada Prayoga, memberikan edukasi mengenai pentingnya investasi massa otot, khususnya bagi perempuan.
Menurut Hendra, menjaga kekuatan otot merupakan bentuk investasi kesehatan seiring bertambahnya usia. Ia mendorong masyarakat memulai latihan fisik sederhana secara rutin.
"Teman-teman bisa coba di rumah hal-hal yang simpel saja, gerakan yang tadi sudah saya sampaikan, untuk gerakan squat, gerakan sumo, mungkin nanti kalau sudah agak bagus bisa gerakan ke push up, yang simpel yang biasa kita lakukan, hal-hal yang gitu aja sih, yang penting mah ada niat dan action, bukan hanya niat," ucapnya.
Hendra juga menekankan pentingnya konsistensi dan tindakan nyata dalam menjaga kebugaran serta mencegah penyakit sejak dini.
"Harapan saya sebagai praktisi itu warga Garut utamanya itu lebih sehat dan bugar. Karena kurangnya edukasi tentang kesehatan itu banyak ya, karena tidak hanya ibu-ibu para tenaga kerja juga banyak yang masih kurang dalam olahraga," tuturnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....