KPPN Garut Usulkan Akar Wangi Jadi Pilot Project Kampung UMi Nasional
- 02 Sep 2026 20:26 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Garut - Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Garut bersama Pusat Investasi Pemerintah (PIP) dan Koperasi USAR (Usaha Rakyat) menggelar rapat pembahasan usulan pembentukan Kampung Ultra Mikro (UMi) Sentra Akar Wangi Garut, dengan produk unggulan minyak akar wangi dan berbagai produk turunannya.
Rapat dihadiri oleh Meli, Kepala Divisi PIP, Budi Lesmana, Kepala KPPN Garut Budi Lesmana beserta tim, dan Ahmad selaku perwakilan Koperasi USAR.
Usulan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Menteri Keuangan untuk mendorong pengembangan UMKM Jawa Barat yang tidak berfokus pada sektor makanan minuman maupun fesyen.
Menyikapi arahan tersebut, KPPN Garut mengusulkan komoditas akar wangi sebagai pilot project Kampung UMi karena memiliki karakteristik unik, bernilai ekspor tinggi, serta berpotensi menciptakan ekosistem usaha yang melibatkan petani, penyuling, koperasi, hingga pelaku industri hilir.
Sebelumnya, KPPN Garut telah melakukan kajian komprehensif mengenai pengembangan akar wangi sebagai komoditas ekspor unggulan dan mendorong publikasi potensi tersebut melalui pemberitaan RRI yang menegaskan besarnya potensi akar wangi sebagai motor penggerak ekonomi Kabupaten Garut.
Berdasarkan kajian KPPN Garut, Kabupaten Garut merupakan sentra utama akar wangi nasional dengan kualitas minyak atsiri yang telah diakui pasar internasional. Komoditas ini memiliki keunggulan berupa kondisi agroklimat yang ideal, fungsi ekologis sebagai tanaman konservasi, serta peluang hilirisasi yang luas.
Minyak akar wangi banyak digunakan dalam industri parfum, kosmetik, aromaterapi, farmasi herbal, dan produk wellness yang permintaannya terus meningkat di pasar global.
Kepala KPPN Garut, Budi Lesmana, menyampaikan bahwa Kampung UMi diharapkan menjadi model pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis komoditas unggulan daerah. Melalui dukungan pembiayaan ultra mikro, pendampingan usaha, dan penguatan kelembagaan koperasi, pelaku usaha akar wangi diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha dan memperoleh nilai tambah yang lebih besar.
"Akar wangi memiliki kekhasan yang tidak hanya menjadi identitas Garut, tetapi juga mempunyai nilai ekonomi dan pasar ekspor yang kuat. Karena itu, kami melihat komoditas ini sangat potensial untuk dikembangkan menjadi pilot project Kampung UMi,” ujar Budi, Rabu 2 September 2026
Selain memiliki prospek ekspor yang menjanjikan, akar wangi juga mampu menghasilkan berbagai produk turunan bernilai tinggi seperti minyak atsiri premium, parfum, produk spa, kosmetik herbal, aromaterapi, hingga kerajinan berbahan akar wangi.
"Pengembangan sektor ini diproyeksikan dapat memperluas lapangan kerja, mendorong pertumbuhan UMKM, serta memperkuat ekonomi lokal berbasis potensi daerah," imbuhnya.
Melalui sinergi antara KPPN Garut, PIP, Koperasi USAR, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan, usulan Kampung UMi Sentra Akar Wangi Garut, diharapkan dapat menjadi model nasional pengembangan usaha ultra mikro berbasis komoditas unggulan ekspor, sekaligus memperkuat posisi Garut sebagai pusat pengembangan akar wangi Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....