Kalina Fashion Tumbuh dari Kepedulian, Berdayakan Single Parent

  • 18 Agt 2026 09:28 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Berbekal pengalaman, ilmu, dan relasi, Lina Andriana S, owner Kalina Fashion, membangun usaha konveksi sejak 2010. Tak sekadar mengejar keuntungan, usaha yang dijalankannya juga menjadi wadah untuk memberdayakan masyarakat setempat, khususnya mereka yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) dan para orang tua tunggal atau single parent.

Kalina Fashion memproduksi berbagai kebutuhan busana, mulai dari kemeja, jaket, celana hingga rompi. Usaha yang dirintis Lina secara bertahap tersebut kini menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan.

Lina mengatakan, keputusan memulai usaha didorong keinginan untuk memanfaatkan pengalaman sekaligus membuka kesempatan kerja bagi masyarakat di lingkungan sekitar.

“Saya ingin membuat usaha dengan memberdayakan masyarakat setempat yang terdampak PHK dan merekrut kebanyakan single parent,” ujar Lina Andriana S.

Dari awalnya hanya memiliki satu set mesin produksi, Kalina Fashion kini telah berkembang dengan dukungan 50 unit mesin jahit, tiga unit mesin cutting, serta dua set mesin finishing. Perkembangan tersebut menjadi salah satu bukti konsistensi Lina dalam mengembangkan usahanya selama lebih dari satu dekade.

Dalam perjalanan bisnisnya, tentu tidak selalu berjalan mulus. Salah satu kendala yang kerap dihadapi adalah ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti pemadaman listrik, yang dapat menghambat proses produksi.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat Lina untuk terus menjalankan bisnis. Menurutnya, membangun usaha membutuhkan konsistensi, ketahanan menghadapi berbagai tantangan, serta keseriusan dalam menjalankan peran sebagai seorang womanpreneur.

“Untuk mencapai titik ini tentunya tidaklah mudah. Butuh konsisten dan tahan banting dalam keseriusan menjadi womanpreneur,” katanya.

Selain menjaga kualitas produksi, Lina juga menilai hubungan baik dan jaringan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan usaha. Silaturahmi dengan berbagai pihak terus dijaga, sekaligus memperluas jaringan untuk membuka peluang datangnya pesanan.

Ke depan, Lina memiliki harapan besar agar Kalina Fashion dapat berkembang menjadi usaha dengan skala yang lebih besar. Ia menargetkan dapat memiliki pabrik atau garment sendiri sehingga mampu memperluas kapasitas produksi sekaligus membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.

Kisah Kalina Fashion menunjukkan bahwa perjalanan UMKM bukan hanya tentang pertumbuhan jumlah produksi, tetapi juga tentang konsistensi, keberanian menghadapi tantangan, serta kepedulian untuk memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....