Pertamina EP Subang Dorong Ekraf Berbasis Serat Nanas Masyarakat Compreng

  • 01 Jun 2026 16:33 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Subang - Pagi itu, ruang SEKAR di Desa Jatireja terasa hangat. Riuh rendah percakapan menyelingi bunyi gesekan lembut serat daun nanas yang dijalin tangan-tangan terampil.

Helai demi helai benang serat nanas dirangkai menjadi berbagai bentuk produk kerajinan tangan, wujud kreativitas warga Compreng. Di ruang sederhana itu, mereka yang hadir bukan sekadar mengikuti kegiatan biasa, tapi pelatihan yang menjadi pertemuan antara harapan, keterampilan, dan mimpi untuk menciptakan peluang ekonomi yang lebih baik.

Pelatihan tenun serat daun nanas ini diselenggarakan oleh Pertamina EP Subang Field sebagai bagian dari komitmen Perusahaan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi lokal berbasis ekonomi kreatif. Melalui pelatihan ini, peserta didorong untuk mengolah sumber daya sekitar menjadi produk bernilai tambah yang membuka peluang usaha baru.

Benang-benang harapan mulai ditenun oleh tangan-tangan peserta. Lembar serat diolah menjadi karya yang tidak hanya menciptakan nilai seni, tetapi juga membuka jalan bagi tumbuhnya kemandirian ekonomi.

Dari ruang pelatihan itu muncul semangat bahwa kreativitas dapat mengubah potensi lokal menjadi sumber harapan dan kesejahteraan yang berkelanjutan.

Sebanyak 30 peserta mengikuti rangkaian pelatihan yang menghadirkan Alan Sahroni sebagai narasumber, dilaksanakan pada awal Mei di Desa Jatireja, Kecamatan Compreng Subang.

Peserta menerima materi tentang pengolahan serat daun nanas, teknik dasar penenunan, serta praktik langsung pembuatan produk kerajinan berbasis serat alami. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah serat daun nanas menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi sekaligus mendorong pemanfaatan potensi lokal yang ramah lingkungan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Compreng, Cecep Rahmat, Manager Communications Relations & CID Pertamina EP Regional 2, Pinto Budi Bowo Laksono, dan Head of Communication, Relations & CID Zona 7, Wazirul Luthfi.

Dalam sambutannya, Pinto Budi Bowo Laksono menyampaikan bahwa pemanfaatan serat daun nanas merupakan salah satu inovasi yang mampu memberikan nilai tambah pada potensi lokal sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

“Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan potensi lokal yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan keterampilan yang diperoleh untuk menciptakan produk unggulan desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi,” ujarnya dalam rilis yang diterima RRI Senin 1 Juni 2026.

Camat Compreng, Cecep Rahmat, mengapresiasi pelaksanaan pelatihan yang dinilai mampu mendorong masyarakat untuk lebih kreatif dan produktif dalam memanfaatkan potensi lingkungan sekitar.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan tenun serat daun nanas ini karena mampu meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Desa Jatireja dan wilayah Kecamatan Compreng,” katanya.

Pada sesi pelatihan, Alan Sahroni menjelaskan bahwa serat daun nanas memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi tinggi. Ia menyebut pengolahan bahan lokal menjadi produk kreatif dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan apabila ditekuni secara serius.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat agar mampu mengolah bahan lokal menjadi produk kreatif yang memiliki daya saing. Harapannya, keterampilan ini dapat terus dikembangkan menjadi peluang usaha yang berkelanjutan,” jelasnya.

Selama kegiatan, peserta mendapatkan materi mulai dari pengenalan bahan, teknik dasar penenunan, hingga praktik pembuatan produk kerajinan berbasis serat daun nanas. Para peserta terlihat antusias dan aktif berdiskusi dengan narasumber mengenai peluang pengembangan produk berbahan serat daun nanas yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing.

Salah satu peserta, Yanti, mengatakan mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru melalui kegiatan tersebut.

“Kami merasa sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini karena mendapatkan ilmu dan pengalaman baru dalam mengolah serat daun nanas menjadi produk kerajinan. Semoga keterampilan ini dapat kami kembangkan menjadi usaha yang bisa menambah penghasilan keluarga,” ungkapnya.

Melalui pelatihan ini, PT Pertamina EP Subang Field berharap masyarakat mampu memanfaatkan potensi lokal secara optimal, menciptakan produk kerajinan bernilai jual, serta mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis lingkungan di wilayah Kecamatan Compreng.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....