Wali Kota Bandung Dorong Penguatan UMKM untuk Percepat Pemulihan Ekonomi
- 15 Mar 2026 17:19 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Kota Bandung terus menunjukkan geliat sebagai salah satu destinasi wisata utama di Indonesia. Tingginya jumlah kunjungan wisatawan dinilai memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah, sekaligus menjadi tantangan bagi pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan kota.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyampaikan, sepanjang tahun 2025 tercatat lebih dari 12 juta wisatawan berkunjung ke Kota Bandung. Angka tersebut menjadi indikator bahwa Bandung tetap menjadi tujuan favorit wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Hal ini tentu membawa dampak positif bagi perekonomian. Perputaran ekonomi meningkat dan aktivitas usaha berkembang. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga menuntut kita untuk terus memperbaiki berbagai aspek pembangunan kota,” ujar Farhan, Minggu 15 Maret 2026.
Menurut Farhan, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi Kota Bandung menunjukkan tren yang cukup baik. Meski demikian, secara relatif kondisi tersebut masih belum sepenuhnya pulih jika dibandingkan dengan situasi sebelum pandemi COVID-19.
Ia menjelaskan, pandemi yang mulai melanda sejak Maret 2020 memberikan dampak besar terhadap berbagai sektor ekonomi di Kota Bandung. Beberapa sektor hingga saat ini masih menghadapi tantangan untuk kembali pulih sepenuhnya.
Salah satu sektor yang terdampak cukup signifikan adalah sektor transportasi. Kondisi ini semakin terasa setelah penutupan bandara internasional yang sebelumnya memberikan kontribusi cukup besar terhadap mobilitas dan aktivitas ekonomi di Kota Bandung.
Selain sektor transportasi, industri pengolahan juga tercatat mengalami pertumbuhan yang sangat kecil. Berdasarkan data yang ada, pertumbuhan sektor tersebut hanya mencapai sekitar 0,1 persen.
Meski demikian, Farhan menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak selalu harus bergantung pada industri besar atau pabrik skala besar. Menurutnya, usaha kecil dan menengah (UKM) justru memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
“Industri pengolahan tidak harus selalu dalam skala besar. Usaha kecil di tingkat rumah tangga juga termasuk dalam industri pengolahan,” katanya.
Ia mencontohkan berbagai jenis usaha rumahan yang dapat menjadi bagian dari industri pengolahan, seperti produksi makanan, pakaian, sepatu, tahu, kerajinan tangan, hingga berbagai produk kreatif lainnya.
Pemerintah Kota Bandung, lanjut Farhan, akan terus mendorong seluruh sektor usaha yang mampu menghasilkan produk melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Melalui peningkatan kapasitas produksi, dukungan pemasaran, serta penguatan ekosistem usaha, diharapkan pelaku usaha kecil dapat semakin berkembang dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Jika tingkat produksi meningkat dan didukung oleh pasar yang baik, maka pertumbuhan ekonomi tidak hanya meningkat, tetapi juga dapat menciptakan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....