DPMPTSP Jabar Umumkan Pemenang AKSARA 2025

  • 12 Sep 2025 20:34 WIB
  •  Bandung

KBRN,Bandung: Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat bersama komunitas Startup Bandung, telah menuntaskan Final Pitching AKSARA Jabar 2025. Program ini menjadi ajang akselerasi wirausaha Jawa Barat, untuk memperkuat ekosistem UMKM sekaligus membuka peluang kolaborasi dan investasi.

AKSARA Jabar dirancang sebagai inkubasi dan akselerasi bisnis yang membantu pelaku usaha lokal memahami pertumbuhan berkelanjutan, meningkatkan komunikasi dengan investor, serta membangun jejaring usaha yang berdampak pada ekonomi, sosial dan lingkungan. Tahun ini, program mengusung tema besar Ready to Collabs dengan tiga tahap, yakni Ready to Collab, Ready to Scale Up, dan Ready to Invest.

Program tersebut berhasil menjaring 1.470 pendaftar dari seluruh Jawa Barat. Sebanyak 427 peserta mengikuti tahap awal berupa sesi masterclass, kemudian 50 pelaku usaha terpilih masuk tahap inkubasi. Dari jumlah itu, 18 peserta lolos ke final pitching, yang terbagi dalam empat sektor: teknologi, pertanian, ekonomi kreatif, serta makanan dan minuman.

Para finalis di antaranya Hijaura Bumi Agrotech, Curaweda, Kilatsoon, Bilik Mapan, Dolanan Yuk (teknologi); Semurni, Mahkota Bumi, Alfazza Farm (pertanian); Keyoura, Jofanra, Sabunity (ekonomi kreatif); serta Mbrebes Mili Food, Liwet Instan Uyut, Jeol Food Indonesia, Dblast Indonesia, Elmon, Abon Qieta, dan Cho-Cweet (kuliner).

Acara ini dihadiri berbagai mitra strategis dari pemerintah, asosiasi, korporasi, hingga investor, seperti Disparbud Jabar, Disperindag, Dinas Koperasi dan UKM, Bank Indonesia, Kemenkumham, BSN, APRINDO, AP3MI, PHRI, serta perusahaan ritel Amanda Brownies, Yogya Group, Alfamart, dan Indomaret. Sejumlah investor juga berpartisipasi, di antaranya Hasan VC, PT KSI Investment, BNI Ventures, Sweef Capital, hingga Evermos.

Kepala DPMPTSP Jawa Barat Dedi Taufik menekankan pentingnya daya saing UMKM, di tengah iklim investasi yang tinggi.

“Kita harus mengantisipasi derasnya produk luar negeri, khususnya dari Tiongkok, agar Indonesia tidak hanya menjadi negara konsumtif. Di sinilah trust (kepercayaan) dan branding menjadi kunci keberhasilan. Kita belajar dari Singapura, yang sukses bukan karena produksi masif, melainkan karena kemasan, nilai tambah, dan rantai distribusi yang kuat,” ujar Dedi Taufik dalam keterangannya, Jumat (12/9/2025)

Ia juga menyoroti pentingnya menguasai rantai pasok, agar UMKM tidak sekadar berhenti di produksi. “Inilah realitas yang harus kita ubah. UMKM kita harus mampu menguasai rantai pasok, bukan hanya berada di ujung produksi,” tambahnya.

Lebih jauh, ia berharap para finalis bisa menjadi agen perubahan. “Hari ini ada 18 finalis, dan mereka saya harapkan bisa menjadi pusat inkubator. UMKM lain bisa menjadi plasma yang tumbuh bersama, sehingga tercipta ekosistem wirausaha yang kuat. Pemenang bukan hanya mereka yang mendapat penghargaan, tetapi semua yang mampu melanjutkan produknya secara berkelanjutan,” tegasnya.

Selain final pitching, acara juga menghadirkan kisah inspiratif dari dua tokoh wirausaha, Perry Tristianto (Floating Market) dan Asep Haelusna (Asep Stroberi Group). Perry menekankan pentingnya kebersamaan dalam bisnis, sementara Asep berbagi perjalanan 22 tahun membangun usaha dengan kerja keras, hobi, dan silaturahmi.

Pada tahap penjurian, dewan juri yang terdiri dari Grahadea Kusuf (Startup Bandung), Pieter Wijaya (APINDO Jabar), Apsoro (Bank BJB), Nur Islami Javad (Invst.Id), dan Ronald H Sinaga (PT Demanu Sakti) menilai peserta berdasarkan enam aspek, mulai dari inovasi hingga kesiapan kemitraan.

Adapun pemenang Final Pitching AKSARA Jabar 2025 adalah:

The Best of Technology: Curaweda

The Best of Food & Beverage: Jeol

The Best of Agriculture: Alfazza Farm

The Best of Creative Economy: Keyoura

Most Impactful: Hijaura Bumi Agrotech

Most Marketable: Mbrebes Mili Food

Most Investable: Cho Cweet

Most Improvement: Dblast

Grand Champion AKSARA Jabar 2025: Cho Cweet

Final Pitching AKSARA Jabar 2025 menegaskan komitmen Jawa Barat untuk melahirkan wirausaha inovatif, tangguh, dan berdaya saing global, sekaligus membuka jalan menuju investasi, kemitraan strategis, serta keberlanjutan usaha yang berdampak nyata bagi ekonomi daerah maupun nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....