Bazaar Berdaya Bersama Tampilkan Produk Puluhan Pelaku Usaha

  • 21 Jun 2025 19:42 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Acara Bazaar Berdaya Bersama menjadi puncak pelatihan intensif dalam Bootcamp Berdaya Bersama dari 18–20 Juni 2025, yang diinisiasi oleh Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran, Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM). Pada acara yang digelar di Jalan Braga, Kota Bandung, Sabtu (21/6/2025) itu, sebanyak 50 pelaku usaha mendapat kesempatan menjajakan produk dan jasa unggulan mereka.

Selain itu, kesempatan ini menjadi ruang selebrasi dan praktik langsung bagi puluhan peserta bootcamp, pelaku UMKM, koperasi, dan ekonomi kreatif untuk memamerkan serta memasarkan produk mereka kepada publik, pelaku industri, dan institusi pembiayaan.

Griya Harapan Difabel Bandung menjadi salah satu pelaku usaha yang mendapat kesempatan mengikuti pelatihan dan menjajakan produknya dalam Bazaar tersebut, mereka memproduksi batik hasil karya para penyandang disabilitas.

Kepala UPTD Griya Harapan Difabel, Andina Rahayu menjelaskan, pelatihan membatik menjadi salah satu strategi utama untuk mendorong kemandirian para penyandang disabilitas di lingkungan binaannya.

"Kami ingin membuktikan bahwa teman-teman difabel punya potensi besar, mereka bisa produktif, berkarya, dan hasil karyanya layak dijual bahkan bersaing," kata Andina, saat acara Bazaar Berdaya Bersama.

Baca juga: Pemerintah Dorong UMKM Pasarkan Produk

Menurutnya, batik dipilih karena memiliki nilai seni tinggi sekaligus peluang ekonomi yang menjanjikan. Para penyandang disabilitas tidak hanya diajarkan teknik membatik, tetapi juga dikenalkan pada proses pewarnaan, pengemasan, hingga strategi pemasaran.

"Kita memberdayakan teman-teman disabilitas di Jawa Barat khususnya bagi yang kurang mampu. Pemasaran kita banyak ada di Dekranasda Jabar, ikut pameran dan kita ada kampung kreatif difabel di Cimahi," katanya.

Di sisi lain, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran, Leontinus Alpha Edison menegaskan, pentingnya sinergi antar seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem pemberdayaan ekonomi yang terintegrasi.

“Membangun ekonomi masyarakat yang tangguh membutuhkan kolaborasi semua pihak dalam satu ekosistem yang saling menguatkan. Berdaya Bersama menjadi salah satu pilar utama, dengan fokus pada standarisasi pelatihan dan pendampingan usaha bagi UMKM, Koperasi, dan pelaku Ekonomi Kreatif,” ujar Leontinus di tempat yang sama.

Sementara itu, Bazaar Berdaya Bersama ini juga menghadirkan sesi dialog terbuka bersama Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar dan Billy Boen, Founder & CEO Young On Top, yang membagikan pandangannya mengenai pentingnya semangat kewirausahaan muda dan kolaborasi lintas generasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....