Menko PM Tegaskan Pentingnya Percepatan Penguatan UMKM

  • 21 Jun 2025 18:01 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar, menegaskan pentingnya percepatan penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tengah kondisi global yang tidak menentu. Menurutnya, saat ini adalah momentum mendesak bagi UMKM untuk bangkit dan mandiri secara ekonomi.

"Ini harapan saya kepada teman-teman semua UMKM. Kita harus segera kuat, kita harus mempercepat proses produksi dan kreativitas kita," ujar Muhaimin dalam forum Puncak Bazar Perintis Berdaya, Sabtu (21/6/2025).

Muhaimin menuturkan, bahwa terdapat dua faktor utama yang membuat percepatan ini menjadi mendesak. Pertama adalah faktor global yang tidak stabil akibat berbagai konflik dan perang yang memengaruhi lalu lintas perdagangan dunia.

“Ekonomi global cenderung akan bermasalah pada aspek kejadian-kejadian perang dagang, kejadian-kejadian perang sesungguhnya, perang negara antarnegara yang itu merusak apa? lalu lintas perdagangan yang penting buat kita,” jelasnya.

Baca juga: Era Startup Meredup, Waktunya UMKM Jadi Kiblat

Faktor kedua, lanjutnya, adalah ketergantungan Indonesia terhadap negara lain dalam berbagai aspek kehidupan.

"Kita sudah terlampau bergantung kepada beberapa negara di dalam semua aspek kehidupan kita. Baik itu konsumsi kita maupun proses produksi kita masih amat sangat bergantung. Kalau sudah bergantung itu artinya apa? Kita belum merdeka," tegasnya.

Karena itu, ia menyebut bahwa semangat kemerdekaan ekonomi belum sepenuhnya terwujud.

"Semangat kemerdekaan itu masih jauh dari yang bisa kita harapkan. Kita masih bergantung kepada satu dua negara dalam semua produksi kita. Karena itu industrialisasi kita lamban. Bahkan cenderung terjadi penurunan industri," tambahnya.

Pihaknya mengajak semua pihak, mulai dari birokrasi hingga pelaku usaha, untuk bekerja sama mempercepat reindustrialisasi dan memperkuat daya tahan ekonomi lokal.

"Tolong semuanya, para UMKM dan kita semua, mari bahu-membahu, birokrat, kementerian, pemerintah pusat, pemerintah daerah juga mari bahu-membahu. Ini bukan pekerjaan yang bisnis as usual ya. Ini sesuatu panggilan yang yang tidak ringan tetapi mau tidak mau harus kita lakukan. Kalau tidak industri kita semakin mati," jelasnya.

Ia mencontohkan kondisi industri tekstil yang saat ini mulai terganggu akibat ketergantungan terhadap impor bahan baku.

"Yang sudah mulai terganggu kan industri tekstil kita nih. Sudah mulai banyak yang terganggu karena bergantung betul pada barang impor dari industri tekstil dan turunannya," ujarnya.

Muhaimin mengatakan bahwa pihaknya, melalui Kemenko PM, , terus mendorong percepatan ini secara menyeluruh di semua tingkatan pemerintahan.

"Kemenko ini mengkoordinasi mendorong semua, baik pusat, daerah agar percepatan itu terjadi. Ini semua karena Pak Prabowo bertekad, enggak ada cara lain kecuali bahasa bahu membahu. Kalau bahasa Jawanya itu cancut tali wondo," ucapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya mindset pelaku UMKM agar tidak hanya fokus pada pelatihan teknis semata, tetapi memahami fundamental bisnis secara utuh.

“Sebenarnya pelatihan-pelatihan kita itu dianggap kayak berhasil atau tidak itu ketika omsetnya naik. Titik. Jadi jangan terlalu kepada teknisnya, tapi secara keseluruhan itu harus bisa bikin mereka ada impact-nya,” jelasnya.

Menurutnya, jika pelatihan selama ini efektif, maka UMKM Indonesia seharusnya sudah lama naik kelas.

Muhaimin menambahkan bahwa kemandirian ekonomi bangsa hanya bisa dicapai jika UMKM menjadi kuat dan mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri.

“Kalau enggak, kita tidak akan pernah merdeka menjadi tuan di negeri kita sendiri,” kata dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....