Bootcamp #BerdayaBersama Cara Kemenko PM Tingkatkan Kapasitas UMKM

  • 18 Jun 2025 14:24 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Guna mengimplementasikan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) resmi memulai pelaksanaan Bootcam #BerdayaBersama. Hal itu sebagai bagian dari inisiatif nasional Perintis Berdaya yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, menengah (UMKM), koperasi, dan pelaku ekonomi kreatif.

Inisiatif ini dijalankan sebagai upaya konkret dalam mengentaskan kemiskinan melalui percepatan peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya lewat penguatan pendapatan, perluasan akses terhadap peluang berusaha, dan penciptaan lapangan kerja yang produktif.

Program ini selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat pengentasan kemiskinan dan memperkuat ekonomi kerakyatan melalui inovasi program strategis pemerintah yang mampu memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan.

UMKM, koperasi, dan pelaku ekonomi kreatif saat ini menyumbang sekitar 61% terhadap PDB nasional dan menyerap hampir 97% tenaga kerja di Indonesia. Menurut data, percepatan digitalisasi UMKM saja dapat menambah sekitar 2% pertumbuhan ekonomi tahunan. Dengan dukungan tambahan berupa peningkatan kapasitas, jejaring, dan intervensi kebijakan yang berkelanjutan, kombinasi ini memiliki potensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 8% per tahun dalam jangka menengah.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Muhaimin Iskandar, menjelaskan, harus ada sinergitas yang dilakukan oleh semua pihak agar dapat meningkatkan perekonomian di tanah air.

Baca juga: Tembus 19 Miliar Lebih, Pemutihan PKB Samsat Subang

"Kolaborasi antara sektor publik dan swasta bukan hanya strategi, tapi kebutuhan mendesak untuk mengatasi kemiskinan secara berkelanjutan. Dengan sinergi lintas kita tidak hanya memperkuat kapasitas masyarakat untuk mandiri dan tumbuh, tapi juga membangun fondasi ekonomi yang lebih inklusif dan berkeadilan bagi seluruh lapisan rakyat," kata Muhaimin Iskandar, Rabu (18/6/2025).

Diselenggarakan di Bandung pada 18–20 Juni 2025, bootcamp ini menghadirkan pelatihan terstruktur hasil kolaborasi antara Kemenko PM dan mitra industri dari sektor teknologi, keuangan, hingga ekonomi kreatif. Di hari pertama pelaksanaan, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai aspek fundamental yang menjadi pondasi penting dalam pengelolaan usaha. Pelatihan dimulai dengan sesi perkenalan dan penilaian kebutuhan yang dipandu oleh Ajeng Respati, Co-Founder & COO Havilla Tea.

Sementara itu, Wali Kota Bandung M Farhan menambahkan, kegiatan kolaborasi dengan Kemenko PM itu tidak hanya berbentuk pelatihan. Tapi nanti bakal ada event yang menampilkan produk - produk UMKM juga. Menurutnya, Pemkot sendiri sebenarnya mendukung pertumbuhan UMKM. Itu terlihat dari berbagai program yang memudahkan UMKM.

"Perizinan gratis dan cepat. Kami juga tengah memperisapkan untuk keringanan pajak bagi pelaku usaha dengan kriteria tertentu. Misal ramah lingkungan atau pemula," katanya.

Namun Farhan juga mengakui bahwa memang tidak ada spesifik program untuk bantuan permodalan bagi UMKM. "Program tidak ada. Tapi kami akan bantu masyarakat terkait finansial literasi. Kan harus ada pemahaman bahwa bantuan modal harus dibalikin jangan tidak. Ini perlu literasi juga. Termasuk nanti pengelolaan keuangan bagi pelaku usaha," ujar Farhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....