UMKM Naik Kelas, Diskuk Jabar Gelar Kujang Kencana

  • 28 Mei 2025 13:31 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Puluhan pelaku UMKM, mempromosikan produknya pada ajang Kujang Kencana (kuliner, jajanan, kamonesan cipta Jabar istimewa), di Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (Diskuk)Jawa Barat. Gelaran bertajuk UMKM Jabar Ngabagea TI Lembur Pikeun Dunia yang diinisiasi oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Jawa Barat ini, merupakan salah satu upaya untuk memperluas akses pemasaran bagi produk UMKM Jawa Barat, sehingga dapat naik kelas.

Pengembang Kewirausahaan Ahli Pertama Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Jawa Barat, Dendry Meitriyandika mengatakan, kegiatan dilaksanakan selama tiga hari, 26 hingga 28 Mei 2025 di halaman kantor Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Jawa Barat. Dalam even itu, selain memperkenalkan produk UMKM Jawa Barat, dilaksanakan juga sosialisasi, pelatihan, konsultasi, kemitraan, dan gelar produk UMKM.

"Ini merupakan ruang publik Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Jabar, untuk mempromosikan dan memperkenalkan berbagai produk UMKM. Kita ingin UMKM mempergunakan ruang publik ini, ada konsultasi, pelatihan, koperasi. Semua pelayanan UMKM ada disini,"jelasnya di Bandung, Rabu (28/5/2025).

Dendry juga menambahkan, pada Kujang Kencana yang akan digelar tiga bulan sekali ini, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Jawa Barat menjembatani serta membantu akses UMKM dengan pasar. Sehingga kendala pemasaran yang selama ini menjadi permasalahan UMKM dapat terpecahkan.

"Kita target 1000 UMKM selama tiga hari. Disini ada yang namanya temu bisnis. Jadi kita memperkenalkan UMKM melalui outaker. Outaker ini tugasnya mengkurasi UMKM yang ada di Jawa Barat. Jadi biar jadi kemitraan untuk akses ritel maupun perusahaan,"jelasnya.

"Gimana caranya UMKM itu dapat pasar yang lebih luas lagi, baik di Jawa Barat maupun nasional,"tambah dia.

Ia juga mengungkapkan, beberapa kegiatan temu bisnis sudah dilakukan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Jawa Barat, dengan beberapa perusahaan. Hasilnya, UMKM mendapatkan proyek pesanan produk yang otomatis meningkatkan omzet serta membuka lapangan pekerjaan.

Dendry juga mengatakan, ada sekitar 17 ribu UMKM binaan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Jawa Barat. Mereka mendapatkan pendampingan, pembinaan, akses pembiayaan/modal, legalitas hingga pasar.

"Kita berikan pelayanan kepada UMKM binaan kita. Jadi biar UMKM itu mempunyai identitasnya, punya merek bukan NIB aja. Kalau merk mereka sudah terbit, mereka tenang, tidak ada merk yang sama dengan mereka,"ucapnya.

Dendry pun berharap, dengan berbagai even dan pelayanan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Jawa Barat, UMKM dapat naik kelas. Sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di Jawa Barat, apalagi UMKM merupakan salah satu tulang punggung perekonomian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....