Asal Usul Tahu Sumedang dari Imigran Tiongkok, Ong Ki No
- 11 Apr 2025 13:56 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung : Tahu Sumedang berasal dari imigran Tiongkok bernama Ong Ki No yang datang ke Sumedang awal abad 20. Tahu merupakan makanan khas Tiongkok yang diolah dari kedelai, kemudian diperkenalkan ke Sumedang oleh imigran.
Dikutip dari buku "Tahu Sejarah Tahu Sumedang" karya M. Luthfi Khair dan Rusydan Fathy, Jumat (11/4/2025). Kedatangan imigran Tiongkok ke Sumedang diperkirakan terjadi antara akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Meski tidak ada catatan pasti, keberadaan etnis Tionghoa di Priangan sudah tercatat sejak tahun 1870-an.
Imigran Tiongkok dikenal piawai berdagang dan berindustri, termasuk dalam pengolahan hasil pertanian seperti kedelai. Di lingkungan pecinan, mereka mendirikan pabrik makanan khas seperti tahu, kecap, bihun, dan berbagai olahan lainnya.
Ong Ki No mulai membuat tahu karena ingin menyenangkan istrinya yang rindu makanan khas Tiongkok, tao-fu. Ia mencari kedelai ke wilayah Conggeang dan menemukan jenis kedelai lurik, bahan baku utama tahu Sumedang.
Air dari mata air Sumedang yang jernih menjadi komponen penting dalam pembuatan tahu yang khas. Tahu buatan Ong Ki No awalnya berjenis tahu putih rebus dan hanya dikonsumsi pribadi atau dibagikan ke sesama Tionghoa.
Warga pribumi perlahan mengenal tahu dari interaksi dengan komunitas Tionghoa yang mulai terbuka dan berbagi makanan. Interaksi budaya ini memperkaya kuliner lokal dan menjadikan tahu Sumedang bagian penting warisan pangan daerah.
Ong Ki No dan keluarganya, termasuk Ong Bungkeng, adalah generasi awal yang memperkenalkan dan mengembangkan usaha tahu Sumedang. Ong Bungkeng, ayah dari Ong Yukim yaitu ayah Suryadi, yang sekarang menjadi pemilik usaha Tahu Bungkeng, melanjutkan usaha keluarga sejak tahun 1917 hingga 1980-an.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....