Kopi Aroma Bandung, Warisan Rasa Sejak 1930
- 25 Feb 2025 13:08 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Pabrik Kopi Aroma di Jalan Banceuy 51, Bandung, masih mempertahankan metode pengolahan kopi sejak didirikan pada tahun 1930. Mesin-mesin tua buatan Jerman tahun 1930 masih digunakan hingga kini, menghasilkan kopi dengan cita rasa khas yang tidak berubah selama puluhan tahun.
Dilansir dari channel YouTube Jejak Si Borik, pemilik pabrik Kopi Aroma Widya Pratama adalah generasi kedua pemilik perusahaan tersebut. Widya menjelaskan bahwa kopi yang dihasilkan di sini berasal dari berbagai daerah di Indonesia, dengan proses pengolahan yang sangat detail, termasuk penyimpanan biji kopi selama 5-8 tahun untuk mengurangi kadar asam dan kafein.

Widya (kanan) pemilik pabrik Kopi Aroma tengah menjelaskan kepada youtuber @jejaksiborik tentang histori Kopi Aroma (Foto: youtube.com @jejaksiborik)
Widya Pratama, yang juga seorang dosen di Universitas Pasundan, menekankan pentingnya menjaga kualitas dan proses produksi yang jujur. "Kita tidak hanya mengejar profit, tapi juga memastikan kopi yang dihasilkan sehat untuk dikonsumsi," ujarnya. Kopi Aroma juga dikenal karena tidak menggunakan bahan kimia atau pewangi, sehingga aman untuk lambung. Keistimewaan lain dari kopi ini adalah kopi yang dijual selalu segar dalam keadaan baru (kopi yang baru dipanggang). Kopi disangrai (roasting) dengan mesin kuno buatan Jerman selama 2 jam menggunakan bahan bakar kayu.
Pabrik ini awalnya didirikan oleh ayah Widya, yang bekerja di bawah pemerintahan Belanda sebelum memutuskan untuk membuka usaha sendiri. Mesin-mesin tua yang masih berfungsi hingga kini menjadi saksi bisu sejarah panjang kopi di Bandung. "Jangan hanya mengejar materi, tapi utamakan kualitas dan proses yang baik." ungkap widya untuk para pengusaha muda.
Kopi Aroma tidak hanya menjadi favorit warga Bandung, tetapi juga memiliki pelanggan dari luar negeri. Dengan cita rasa yang khas dan sejarah panjangnya, Kopi Aroma tetap menjadi salah satu ikon kopi legendaris di Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....