Harga Telur Terjangkau,Ibu- ibu di Tasikmalaya Bahagia
- 09 Jul 2026 08:39 WIB
- Bandung
PRI.CO.ID, Tasikmalaya- Harga Komoditas telur di sejumlah pasar tradisional di Kota Tasikmalaya turun. Telur yang semula dijual hingga Rp. 26 ribu per kilo, saat ini turun menjadi Rp. 21- 23 ribu per kilo.
Kondisi tersebut membuat sebagian ibu rumah tangga di Kota Tasikmalaya senang. Mereka mengaku, beban belanja menjadi berkurang.
Selly (38) ibu rumah tangga warga Perum CGM Tasikmalaya mengaku, dengan harga telur yang terjangkau, belanja kebutuhan pangan untuk keluarganya menjadi lebih variatif.”iya waktu telur mahal, saya tidak bisa beli bahan makanan yang lain, tapi sejak harganya turun, uangnya bisa dipakai untuk membeli jenis bahan makanan lainnya,” katanya, Rabu 8 Juli 2026.
Harga telur saat ini lanjut Sely, hanya Rp 21- 23 ribu per kilo. Padahal sebelumnya, harganya bisa mencapai Rp 26 ribu per kilo.
“Iya bergantung, beli di pasar atau di warung. Tapi yang pasti harganya turun. Saya berharap, harganya bisa terus seperti saat ini,” ujarnya.
Sementara itu Hanif, pemilik warung di Jati Pamijahan mengatakan, penurunan harga telur terjadi semenjak awal libur sekolah. Stok telur di penyalur melimpah.
“Jadi harganya murah karena permintaan kurang ya. Mungkin dapur MBG libur, jadi permintaan kurang, harganya juga jadi turun. Rp. 23 ribu sekarang, sebelumnya bisa sampai Rp 26 ribu per kilo,” katanya.
Sedangkan berdasar data Bank Indonesia Perwakilan Tasikmalaya menyebut, komoditas
daging, telur ayam ras, emas, serta komoditas hortikultura menjadi komoditas yang menahan laju inflasi. Bahkan, inflasi Kota Tasikmalaya di Juni 2026 berada pada angka 0,03 persen.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Meskipun demikian untuk terus mengendalikan inflasi, BI melakukan strategi
pengendalian inflasi, dengan menjaga keterjangkauan harga, menjaga pasokan, menjaga kelancaran distribusi, serta membangun komunikasi efektif antar daerah.
“Alhamdulillah inflasi kita terkendali, bahkan kita menjadi model bagi daerah lain. Namun demikian saat ini ada sejumlah komoditas yang perlu dicermati diantaranya energi, kebutuhan rumah tangga, serta sektor transportasi,” kata Kepala Unit Data dan Statistik Adhy Ramawan Putra.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....