Cabai dan Bawang Terus Meroket jelang Ramadan
- 15 Feb 2026 13:28 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Kenaikan harga sejumlah bahan pokok mulai terasa di pasar tradisional Kota Bandung menjelang Ramadan 2026. Pantauan di Pasar Kosambi menunjukkan lonjakan harga pada komoditas cabai, daging sapi, hingga daging ayam. Minggu 15 Februari 2026.
Seorang pedagang, Anita (42), menyebut harga cabai rawit kini mencapai Rp100 ribu per kilogram. Sementara cabai keriting dan cabai merah dijual Rp50 ribu per kilogram, serta cabai hijau Rp35 ribu per kilogram. Kenaikan ini dinilai memberatkan konsumen, terutama rumah tangga dengan pengeluaran harian yang ketat.
Tak hanya cabai, bawang pun ikut terkerek Anita menjelaskan, bawang putih kini dijual Rp40 ribu per kilogram, sedangkan bawang merah mencapai Rp50 ribu per kilogram. Kondisi ini menambah daftar panjang komoditas yang mengalami kenaikan harga, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan daya beli masyarakat menjelang Ramadan.
Anita menilai, kenaikan harga tidak semata karena ramainya pembeli. Ia justru menyebut aktivitas jual beli di pasar cenderung sepi sejak adanya program MBG. Pasokan bahan pangan untuk program tersebut langsung diambil dari pemasok, bukan melalui pedagang pasar.
“Sekarang malah lebih sepi. Karena pasokan untuk MBG langsung dari supplier, jadi tidak belanja ke pasar. Itu juga mempengaruhi perputaran barang di sini,” ujarnya.
Komoditas daging juga mengalami lonjakan. Pedagang daging yang akrab disapa Aa menyebut harga daging sapi kini berada di kisaran Rp160 ribu per kilogram. “Harga sekarang sudah Rp160 ribu per kilo. Seperti biasa mendekati bulan Ramadhan,” ungkapnya.
Untuk daging ayam, harga ayam broiler di Pasar Kosambi per Februari 2026 berada di kisaran Rp38 ribu hingga Rp42 ribu per kilogram. Ayam kampung dijual Rp82 ribu hingga Rp89 ribu per ekor, sementara ayam pejantan segar berkisar Rp48 ribu hingga Rp49.900 per ekor. Kenaikan ini menambah beban masyarakat yang menjadikan ayam sebagai sumber protein utama.
Jika tren kenaikan berlanjut, daya beli masyarakat dikhawatirkan akan tertekan. Para pedagang berharap ada intervensi distribusi dan pengawasan harga agar pasar tetap stabil. Situasi ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah dan pemangku kebijakan untuk memastikan ketersediaan pangan dengan harga terjangkau, sehingga Ramadan dapat dijalani masyarakat dengan tenang tanpa beban ekonomi berlebih.