Pemkab Bangun Rumah Sakit, Angka Harapan Hidup Naik

  • 06 Okt 2026 20:49 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Bupati Bandung Dadang Supriatna atau KDS menjelaskan, Kabupaten Bandung memiliki 3,79 juta jiwa penduduk, 62 puskesmas, dan 9 rumah sakit. Dengan jumlah penduduk sebesar itu, dibutuhkan sekitar 3.700 tempat tidur. Karena itu, ia meminta seluruh rumah sakit terus meningkatkan pelayanan dan mengatasi kesenjangan yang masih ada.

Dalam kesempatan itu, KDS memaparkan empat komponen kesehatan yang harus diperhatikan ASN: sehat fisik, spiritual, sosial, dan finansial. Untuk sehat fisik, KDS mendorong ASN aktif berolahraga, termasuk melalui FORMI. Sementara untuk sehat spiritual, ia menekankan pentingnya agama sebagai benteng mental. Menurutnya, lemahnya spiritual dapat berdampak pada gangguan mental dan perilaku destruktif.

"Tanpa agama, kita akan rusak. Manusia tidak sempurna kalau tanpa agama," tegasnya, Senin 5 Oktober 2026.

Pada aspek sosial, KDS menegaskan seluruh ASN wajib membayar pajak. Menurutnya, pajak adalah salah satu jalan pemerataan kesejahteraan.

"Saya tegaskan, kalau ada ASN yang tidak bayar pajak, itu tidak bisa dibiarkan. Pajak itu bagian dari tanggung jawab kita bersama," katanya.

Ia juga mendorong ASN untuk peduli terhadap lingkungan sekitar. Melalui BAZNAS, ASN Kabupaten Bandung tercatat menyalurkan zakat profesi sebesar Rp1,2 miliar per bulan. Bupati meminta jajarannya menyiapkan mekanisme penyaluran bagi warga yang membutuhkan, termasuk bantuan beras dan BPJS.

"Setiap bulan, BAZNAS menampung zakat profesi ASN kita Rp1,2 miliar. Ini luar biasa. Silakan warga yang membutuhkan bersurat ke BAZNAS," ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Bandung berharap ASN semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan secara menyeluruh, memperkuat integritas, dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Bupati juga mengingatkan seluruh ASN yang masih terlibat judi online agar segera bertobat dan kembali ke jalan yang benar.

"Catat baik-baik, tidak ada yang kaya dari judi. Silakan ambil keputusan, tolong jangan sampai kejadian lagi," pungkasnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....