Dominasi Nasional, Jumlah Investor Pasar Modal Jabar Merekah
- 11 Agt 2026 20:07 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat mencatat pertumbuhan investasi di pasar modal dari wilayah Jawa Barat mengalami lonjakan sangat pesat. Hingga Juni 2026, Jawa Barat berhasil mengukuhkan posisinya sebagai provinsi dengan jumlah investor terbanyak secara nasional.
Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Darwisman, menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat Jawa Barat untuk berinvestasi dan mengakses produk-produk keuangan di pasar modal menunjukkan tren yang semakin matang serta merata di berbagai daerah.
"Jumlah Single Investor Identification (SID) dari Jawa Barat posisi Juni 2026 tercatat sebanyak 5.780.198 SID, atau tumbuh signifikan sebesar 87,94 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya yang sebanyak 3.075.538 SID," ungkap Darwisman, Selasa 11 Agustus 2026.
Pencapaian tersebut menempatkan Jawa Barat di posisi puncak nasional dalam hal jumlah investor. Darwisman menambahkan, kontribusi investor asal Jawa Barat bahkan menyumbang seperlima dari total investor pasar modal di Indonesia.
"Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah SID terbesar di Indonesia, mencapai 20,02 persen terhadap proporsi nasional. Hal ini menunjukkan antusiasme warga yang luar biasa tinggi untuk mengakses produk-produk keuangan pasar modal," jelasnya.
Secara sebaran wilayah di Jawa Barat, daerah Kabupaten Bogor mencatatkan basis investor terbanyak yakni 575.404 SID (9,95 persen). Posisi kedua disusul oleh Kabupaten Bandung dengan 466.978 SID (8,08 persen), dan posisi ketiga berada di Kabupaten Bekasi sebanyak 451.256 SID (7,81 persen).
Untuk minat pada produk spesifik seperti Surat Berharga Negara (SBN), masyarakat Jawa Barat juga mencatatkan partisipasi yang tebal. Hingga Juni 2026, jumlah investor SBN di Jawa Barat mencapai 308.404 investor, menjadikannya terbesar kedua di Indonesia setelah DKI Jakarta.
Di samping itu, aktivitas perdagangan investor daerah ini turut mendorong geliat likuiditas pasar modal. Total transaksi saham dari Jawa Barat per Juni 2026 telah menembus Rp42,67 triliun, tercatat sebagai yang terbesar ketiga secara nasional setelah DKI Jakarta dan Jawa Timur.
Pertumbuhan pasar modal di Jawa Barat tidak hanya ditopang dari sisi investor domestik, melainkan juga korporasi daerah. Saat ini, sebanyak 85 perusahaan asal Jawa Barat telah terdaftar sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari berbagai sektor, seperti perbankan, telekomunikasi, properti, industri makanan dan minuman, otomotif, hingga migas jasa konsumen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....