Kredit UMKM Jabar Tembus Rp192,6 T, Kota Bandung Terbesar

  • 07 Agt 2026 17:13 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID,Bandung - Penyaluran kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Barat hingga posisi Juni 2026 tumbuh sebesar 1,47 persen secara Year on Year (YoY) hingga mencapai Rp192,63 triliun. Capaian pembiayaan tersebut disalurkan kepada 3.475.863 rekening debitur yang tersebar di wilayah Jawa Barat.

Meski nominal pembiayaan mengalami kenaikan, jumlah rekening penerima kredit UMKM tercatat mengalami penurunan sebanyak 109.945 rekening atau terkoreksi sebesar 3,07 persen secara tahunan.

Pertumbuhan positif pembiayaan ditopang oleh kredit segmen Kecil yang naik 6,77 persen (YoY) serta segmen Menengah yang tumbuh 2,58 persen (YoY). Sebaliknya, kredit segmen Mikro justru mengalami kontraksi sebesar 2,56 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat, Darwisman, menyampaikan bahwa pergeseran tren ini menunjukkan adanya dinamika produktivitas serta peningkatan skala usaha pelaku UMKM di Jawa Barat.

"Pertumbuhan signifikan pada segmen kecil dan menengah mengindikasikan banyak pelaku usaha lokal yang mulai melangkah naik kelas, meskipun penyaluran di segmen mikro terkontraksi," kata Darwisman. Jumat 7 Agustus 2026.

Dari pemetaan wilayah, Kota Bandung mencatatkan porsi penyaluran kredit UMKM terbesar di Jawa Barat yakni mencapai Rp24,70 triliun dari 211.527 rekening. Posisi kedua ditempati Kota Bekasi sebesar Rp17,18 triliun dengan 201.117 rekening, disusul Kabupaten Bogor senilai Rp16,78 triliun dari 311.196 rekening.

Adapun Kabupaten Bekasi menduduki peringkat keempat dengan realisasi Rp13,72 triliun untuk 134.560 rekening, serta Kabupaten Bandung di posisi kelima sebesar Rp13,18 triliun yang disalurkan kepada 248.819 rekening debitur.

Guna menjaga tren pertumbuhan positif tersebut, OJK Jawa Barat terus mendorong industri perbankan untuk memperkuat efisiensi penyaluran kredit serta pendampingan akses pembiayaan yang berkelanjutan bagi para pelaku usaha di daerah.

"Kami optimistis sinergi antara regulator dan lembaga jasa keuangan akan memperluas akses pembiayaan yang sehat dan merata di seluruh wilayah Jawa Barat," ujar Darwisman

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....