Hilangkan Bank Emok di Masyarakat, Kang Rey Siapkan Program Saba Lembur

  • 30 Jul 2026 13:44 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Subang – Pinjaman ilegal atau yang akrab disebut "bank emok", masih menjerat warga di pelosok. Hal itu yang menjadi alasan Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, maju memaparkan program Saba Lembur di Kantor OJK Jawa Barat, Rabu 29 Juli 2026.

Kang Rey datang bersama Sekda Subang Asep Nuroni. Mereka mempresentasikan Saba Lembur sebagai program andalan Kabupaten Subang, di ajang Financial Literacy Award 2026, kategori Pemda dengan Program Literasi Keuangan Terbaik. Subang sendiri sudah lolos tahap pertama

Saba Lembur lahir dari TPAKD Kabupaten Subang, dan menyatu dengan program Saba Desa inisiasi Kang Rey. Sasarannya jelas, 30 desa di 6 kecamatan. Mulai dari Dawuan, Pagaden Barat, Ciasem, Tanjungsiang, Ciater, sampai Jalancagak. Di hadapan 3 dewan juri OJK, Kang Rey blak-blakan soal persoalan di lapangan.

“Dari tahun ke tahun permasalahan di bawah, adanya pinjaman ilegal yang dilakukan,” kata Kang Rey.

Tujuannya satu, mengubah kebiasaan warga yang selama ini lebih mudah ke rentenir, beralih ke lembaga keuangan formal yang lebih aman.

“Hadirnya program ini yang terpenting, bisa jadi solusi untuk masyarakat Subang. Mengubah kebiasaan lama ke hal yang baru, sehingga masyarakat lebih terjamin dalam urusan pinjam modal,” jelasnya.

Penguatan data datang langsung dari desa. Kepala Desa Ciasem Baru ikut testimoni secara daring. Ia menyebut Pasar Desa Kenangan, bukan cuma etalase UMKM, tapi juga jadi ruang belajar keuangan warga.

“Pasar desa kenangan tidak hanya menjadi etalase UMKM, namun juga wadah peningkatan literasi keuangan bagi masyarakat Desa Ciasem Baru,” ujarnya.

Agar program tidak berhenti di atas kertas, Kang Rey akan membentuk tim monitoring, sampai ke tingkat kecamatan dan desa. Saba Desa akan difungsikan sebagai ajang sosialisasi, cek lapangan, sekaligus evaluasi.

“Nanti setiap kegiatan Saba Desa, salah satu tujuannya untuk meninjau langsung program ini berjalan di lapangan,” tegas Kang Rey.

Dengan literasi keuangan yang naik, Pemkab Subang berharap, masyarakat tidak lagi bergantung pada pinjaman berbunga mencekik. Gantinya, warga bisa mengakses bank resmi, dengan aman dan produktif.

Turut hadir Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Asisten Daerah, Kepala Perangkat Daerah terkait, dan Kepala Bagian Perekonomian Setda Subang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....