OJK Tasikmalaya Memastikan Sektor Jasa Keuangan di Wilayahnya Stabil dan Terjaga
- 22 Mei 2026 19:53 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Tasikmalaya- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya memastikan kondisi Industri Jasa Keuangan (IJK) di wilayah Tasikmalaya hingga Maret 2026 terjaga stabil. Hal ini seiring kinerja perekonomian nasional yang tumbuh positif.
Kinerja Perbankan di Priangan Timur menunjukkan tren positif. Hal ini tercermin pada posisi Maret 2026 adanya pertumbuhan aset sebesar 3,78 persen (yoy) mencapai Rp3,27 triliun, peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 6,91 persen (yoy) mencapai Rp2,37 triliun, serta pertumbuhan kredit sebesar 1,89 persen (yoy) mencapai Rp1,06 triliun.
Fungsi intermediasi juga tetap berjalan secara berkelanjutan dengan tingkat Non Performing Loan (NPL) yang masih terjaga dalam batas terkendali. Berdasarkan jenis penggunaannya, kredit investasi meningkat sebesar 14,96 persen (yoy), diikuti kredit konsumsi meningkat 5,35 persen (yoy), namun kredit modal modal kerja terkontraksi sebesar 7,41 persen (yoy).
Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati melalui keterangannya mengatakan, peningkatan pembiayaan investasi tersebut didorong oleh membaiknya optimisme pelaku usaha sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang relatif terjaga pada awal tahun 2026. Peningkatan investasi, baik di tingkat regional Jawa Barat dan Priangan Timur, mendorong permintaan terhadap pembiayaan jangka panjang, khususnya untuk pengadaan barang modal dan pengembangan kapasitas usaha.
Berdasarkan sektor ekonomi, penyaluran kredit terbesar ke sektor rumah tangga 44,67 persen, diikuti oleh kredit kepada pedagang besar dan eceran sebesar 23,71 persen, kredit kepada bukan lapangan usaha lainnya sebesar 8,55 persen, kredit kepada pertanian kehutanan dan perikanan sebesar 6,17 persen, dan kredit kepada pengolahan sebesar 5,85 persen.”Sementara untuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Priangan Timur pada posisi Maret 2026, tercatat sebesar Rp9,43 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 11.670 debitur, Kabupaten Garut menjadi daerah dengan penyaluran terbesar, yakni Rp541 miliar (9.759 debitur) diikuti Kabupaten Tasikmalaya Rp430 miliar (8.097 debitur), Kabupaten Sumedang Rp324 miliar (5.883 debitur), Kabupaten Ciamis Rp321 miliar (5.684 debitur), Kota Tasikmalaya Rp202 miliar (2.756 debitur), Kabupaten Pangandaran Rp94 miliar (1.840 debitur) dan Kota Banjar Rp43 miliar (711 debitur),” katanya.
Sektor dominan penerima KUR adalah sektor perdagangan besar dan eceran mencapai Rp670,41 miliar diikuti oleh pertanian, perburuan dan kehutanan sebesar Rp481,38 miliar dan sektor real estate usaha persewaan dan jasa perusahaan mencapai sebesar Rp393,03 miliar.Perkembangan Pasar Modal Posisi akhir Maret 2026 dari sisi pasar modal, Priangan Timur masih menunjukkan potensi pertumbuhan basis investor.
Jumlah Single Investor Identification (SID) saham tercatat sebanyak 227.013 atau tumbuh 36,55 persen (yoy), SID reksa dana mencapai 676.246 atau tumbuh 76,00 persen (yoy). serta SID Surat Berharga Negara (SBN) tumbuh sebesar 29,63 persen (yoy) menjadi 17.327 SID. “Seiring dengan peningkatan jumlah investor, nilai transaksi saham di Priangan Timur tercatat Rp1.402,82 miliar atau tumbuh signifikan sebesar 124,83 persen (yoy),” ujarnya.
Hingga akhir Maret 2026 kinerja IKNB menunjukan pertumbuhan positif. Pergadaian menjadi alternatif sumber pendanaan yang diminati masyarakat di Priangan Timur tercermin dari “Outstanding” pembiayaan pergadaian meningkat signifikan sebesar 24,57 persen (yoy) menjadi 6,62 miliar. Outstanding pembiayaan perusahaan modal ventura meningkat sebesar 7,89 persen (yoy) menjadi Rp505,32 miliar serta outstanding pembiayaan perusahaan pembiayaan meningkat 4,71 persen (yoy) menjadi Rp5,29 triliun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....