Reksa Dana Tumbuh Pesat, Generasi Muda Jadi Motor Literasi Investasi
- 20 Apr 2026 15:42 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Industri Reksa Dana Indonesia mencatat capaian bersejarah pada akhir 2025. Dana kelolaan (AUM) tumbuh 35,06 persen menjadi Rp679,24 triliun, naik signifikan dari Rp502,92 triliun di akhir 2024. Secara total, dana kelolaan investasi menembus Rp1.007,65 triliun, meningkat 25,19 persen. Angka ini menjadi yang tertinggi setelah lima tahun terakhir pertumbuhan cenderung stagnan.
Jenis Reksa Dana Pendapatan Tetap menjadi primadona dengan pertumbuhan tertinggi, disusul Reksa Dana Pasar Uang, Teproteksi, dan Saham. Sementara itu, Reksa Dana Indeks justru mengalami penurunan, menandakan profil investor Indonesia masih cenderung konservatif hingga moderat.
Dari sisi kinerja, Reksa Dana Saham mencatat return tertinggi 17,23 persen, sejalan dengan pertumbuhan IHSG sebesar 22,13 persen sepanjang 2025. Reksa Dana Campuran tumbuh 12,48 persen, Pendapatan Tetap 6,96 persen, dan Pasar Uang 3,18 persen.
Lebih menarik lagi, jumlah investor Reksa Dana terus meningkat. Data KSEI menunjukkan hingga akhir 2025 terdapat 19,2 juta investor, naik 3,23 persen dari tahun sebelumnya. Mayoritas investor berasal dari kalangan muda di bawah usia 30 tahun, mencapai 54,24 persen. Fakta ini menegaskan semakin banyak generasi muda Indonesia yang melek investasi sejak dini.
Untuk memperkuat tren positif tersebut, Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self Regulatory Organization (SRO) meluncurkan program Sosialisasi dan Edukasi Reksa Dana 2026 (SOSEDU APRDI 2026). Roadshow edukasi digelar di enam kota, termasuk Bandung pada 20–21 April. Di Jawa Barat, kegiatan diawali dengan kelas edukasi bagi jurnalis di Kantor OJK serta sosialisasi di sejumlah perguruan tinggi, seperti UMB, UIN Bandung, UPI, UNIBI, dan Sangga Buana YPKP.
Sebagai puncak acara, pada 27 April 2026 akan diluncurkan program PINTAR Reksa Dana dan kampanye #ReksaDanaAja di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Kepala OJK Jawa Barat, Darwisman, menegaskan media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi investasi yang akurat dan edukatif. “PINTAR Reksa Dana bukan sekadar kampanye, melainkan gerakan menumbuhkan budaya investasi disiplin, berorientasi jangka panjang, dan sesuai profil risiko masyarakat,” ujarnya. Senin 20 April 2026
Hal senada disampaikan Kepala Direktorat Pengawasan Pengelolaan Investasi 2 dan Pasar Modal Regional OJK, Evie Sulistyani. Ia menekankan bahwa jumlah investor masih relatif kecil dibanding populasi usia produktif. “Program PINTAR Reksa Dana menjembatani potensi besar dengan partisipasi masyarakat yang lebih luas. Harapannya, akses investasi semakin terbuka dan budaya investasi jangka panjang tumbuh kuat,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....