APBN Jabar Solid, Penerimaan dan Pengawasan Diperkuat Jaga Stabilitas Fiskal
- 18 Mar 2026 11:33 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Perwakilan Kementrian Keuangan di Jawa Barat merilis, Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di wilayah Jawa Barat hingga akhir Februari 2026 tetap terjaga solid di tengah dinamika ekonomi global. Pemerintah terus mendorong optimalisasi penerimaan serta penguatan pengawasan guna menjaga momentum kinerja fiskal dan stabilitas APBN.
Realisasi APBN regional Jawa Barat hingga 28 Februari 2026 mencatat total pendapatan sebesar Rp21,45 triliun atau 11,38 persen dari target. Capaian ini mengalami kontraksi tipis 1,84 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Di sisi lain, belanja negara terealisasi Rp19,84 triliun atau 19,08 persen dari pagu, tumbuh 9,58 persen (yoy). Dengan kinerja tersebut, APBN regional mencatatkan surplus sebesar Rp1,61 triliun.
Penerimaan perpajakan mencapai Rp14,83 triliun atau 9,83 persen dari target dan masih mencatat pertumbuhan 1,90 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini didorong oleh kinerja positif mayoritas jenis pajak, meskipun terdapat kontraksi pada PPh Pasal 22 Impor di sektor industri pengolahan akibat pemberian fasilitas pembebasan pajak impor.
Sementara itu, penerimaan kepabeanan dan cukai tercatat Rp5,35 triliun atau 17,32 persen dari target, mengalami perlambatan 11,57 persen. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh kontraksi pada penerimaan cukai hasil tembakau serta adanya restitusi bea masuk berdasarkan putusan pengadilan pajak.
Untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), realisasi mencapai Rp1,28 triliun atau 18,64 persen dari target dan tumbuh 1,83 persen (yoy), didorong oleh peningkatan signifikan pada kinerja Badan Layanan Umum (BLU).
Dari sisi belanja, Kepala Kanwil DPJb Fahma Sari Fatma menerangkan, realisasi belanja kementerian/lembaga mencapai Rp4,14 triliun atau 9,67 persen dari pagu. Belanja pegawai masih mendominasi dengan realisasi Rp2,87 triliun, diikuti belanja barang Rp1,05 triliun, belanja modal Rp212,75 miliar, serta belanja sosial Rp10,97 miliar.
Transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) tercatat sebesar Rp15,70 triliun atau 26,67 persen dari pagu. Penyaluran didominasi oleh Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik, sementara beberapa komponen lainnya masih belum terealisasi pada periode ini.
"Pemerintah juga telah menyalurkan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi ASN dan anggota TNI/Polri sebesar Rp1,30 triliun kepada 194.453 pegawai. Sementara itu, pembayaran THR pemerintah daerah mulai disalurkan dengan total Rp1,95 triliun kepada 375.264 pegawai, berdasarkan data per 16 Maret 2026," kata Fahma, di GKN Jabar, Selasa 17 Maret 2026.
Dari sisi makroekonomi, kondisi ekonomi Jawa Barat tetap menunjukkan ketahanan. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2025 tercatat sebesar 5,85 persen (yoy) dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp786,47 triliun.
Inflasi pada Februari 2026 tercatat 4,71 persen (yoy), masih dalam level terkendali menjelang periode Idulfitri. Komoditas utama penyumbang inflasi antara lain tarif listrik, emas perhiasan, daging ayam ras, beras, dan bawang merah.
Di sektor eksternal, neraca perdagangan Jawa Barat pada Januari 2026 mencatat surplus USD 2,12 miliar, didorong oleh total ekspor sebesar USD 3,14 miliar dan impor USD 1,02 miliar. Selain itu, indikator kesejahteraan petani juga menunjukkan perbaikan, tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) yang naik menjadi 117,29 serta Nilai Tukar Nelayan (NTN) yang meningkat menjadi 119,24.
Pemerintah menegaskan bahwa kinerja APBN regional Jawa Barat hingga awal tahun 2026 tetap solid dan kredibel. Optimalisasi penerimaan negara serta penguatan pengawasan akan terus dilakukan guna menjaga kesinambungan fiskal.
Selain itu, pengelolaan belanja dan pembiayaan negara dilaksanakan secara hati-hati dan disiplin, dengan fokus pada efektivitas program prioritas serta penguatan manajemen kas untuk menjaga likuiditas sepanjang tahun anggaran.
Dengan strategi tersebut, APBN diharapkan tetap menjadi instrumen utama dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan di Jawa Barat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....