OJK Tasikmalaya Perkuat Penyuluh Agama Mendorong Literasi dan Inklusi Keuangan

  • 11 Mar 2026 19:19 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Tasikmalaya- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di masyarakat dengan menyelenggarakan “Training of Trainers (ToT)” Edukasi Keuangan bagi Penyuluh Agama se-Kota Tasikmalaya. Kegiatan diikuti puluhan penyuluh agama dari seluruh kecamatan di Kota Tasikmalaya, di Auditorium Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kota Tasikmalaya, Rabu, 11 Maret 2026,.

Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati mengatakan, penyuluh agama memiliki peran yang strategis dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan yang sehat. “Penyuluh agama merupakan figur yang dipercaya masyarakat dan memiliki kedekatan dengan berbagai komunitas, mulai dari calon pengantin, keluarga muda, hingga majelis taklim. Melalui kegiatan ini, kami berharap para penyuluh dapat menjadi mitra strategis OJK dalam menyampaikan edukasi keuangan syariah kepada masyarakat secara lebih luas,” katanya.

Penyuluh agama selama ini berperan sebagai ujung tombak Kementerian Agama dalam memberikan bimbingan, penerangan, dan edukasi ajaran agama kepada masyarakat. Dalam menjalankan tugasnya, penyuluh agama memiliki fungsi informatif-edukatif, konsultatif, dan advokatif, serta berperan sebagai penggerak moderasi beragama, pembina kerukunan, dan motivator pembangunan melalui pendekatan nilai-nilai agama.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Gebyar Keuangan Ramadan Syariah (GERAKS) yang bertujuan mendorong pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan yang sehat dan sesuai prinsip syariah. Melalui kegiatan ToT ini, OJK Tasikmalaya berharap tercipta “multiplier effect”, yaitu para penyuluh agama dapat menyampaikan kembali materi literasi keuangan kepada masyarakat melalui berbagai forum pembinaan keagamaan seperti majelis taklim, bimbingan calon pengantin, maupun kegiatan komunitas lainnya.

Melalui sinergi antara regulator, industri jasa keuangan, dan penyuluh agama, diharapkan literasi dan inklusi keuangan syariah di Kota Tasikmalaya terus meningkat. Sehingga, masyarakat semakin cakap dalam mengelola keuangan, mampu memilih produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya, serta terhindar dari berbagai aktivitas keuangan ilegal yang merugikan.

Kegiatan tersebut, turut dihadiri Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Tasikmalaya, Arip Somantri, serta menghadirkan narasumber dari Bank BJB Cabang Tasikmalaya dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Tasikmalaya

Rekomendasi Berita