TKD Berkurang Sekitar 1 Triliun, Insentif Guru Ngaji Kabupaten Bandung Tetap Full

  • 06 Mar 2026 17:22 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Bupati Bandung Dadang Supriatna kembali melaksanakan agenda rutin Jumat Keliling atau Jumling. Kali ini Jumling dilaksanakan di Masjid Al Jumhuriah Kampung Pasar Baru RT 05/RW 03 Desa Majakerta Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung, Jumat 6 Maret 2026.

Bupati mengatakan, pelaksanaan Jumat Keliling ini dalam rangka silaturahmi dengan masyarakat Kabupaten Bandung. "Melaksanakan silaturahmi melalui Jumling ini adalah kebiasaan saya sejak menjadi Kepala Desa Tegalluar. Saat jadi kepala desa tahun 1998 tidak berhenti Jumat Keliling, Pengajian Keliling, termasuk Tarawih Keliling tiap malam," katanya saat sambutan di hadapan para jamaah.

Namun karena sekarang menjabat Bupati Bandung, ia mengungkapkan belum semua masjid jami se-Kabupaten Bandung didatanginya untuk melaksanakan kegiatan Jumling. Di Kabupaten Bandung sendiri saat ini tercatat ada sekitar kurang lebih 7.000 masjid jami.

Saat melaksanakan Jumling itu, Bupati memberikan bantuan untuk pemeliharaan Masjid Jami Jumhuriah sebesar Rp250 juta. "Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat. Yang paling utama, makmurkan ini masjid supaya kesehatan batiniahnya terjamin. Sehat tak cukup secara fisik saja, yang paling penting sehat bathin. Kalau sehat bathin, insya Allah tidak akan sakit," ujarnya, seraya menyebut secara kesehatan, sekitar 90 persen penyakit berasal dari pikiran, dan 10 persen karena kondisi badan kurang stabil.

"Seja lapor kepada masyarakat melalui Jumat Keliling, alhamdulillah visi misi dari 57 rencana aksi sudah terealisasi 74 persen. IPM meningkat, terutama di bidang keagamaan. Program guru ngaji atau insentif guru ngaji walaupun TKD (Transfer Ke Daerah) Kabupaten Bandung berkurang sekitar Rp1 triliun, tapi insya Allah insentif guru ngaji tetap full Rp109 miliar per tahun," jelasnya membeberkan.

Menurutnya, besaran anggaran insentif guru ngaji itu untuk 17.000 kuota guru ngaji. Namun saat ini yang baru terdaftar sekitar 15.800 guru ngaji.

"Semuanya sudah diberikan insentif guru ngaji setiap bulannya. Berupa uang Rp350.000/bulan, dan dibagikan tiga bulan sekali. Ditambah BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Apabila kecelakaan dijamin, kemudian meninggal dunia ada jaminan kematian Rp42 juta. Kalau sudah tiga tahun kepesertaannya dan meninggal dunia ditambah Rp174 juta untuk ahli warisnya untuk melanjutkan kuliah," ujarnya.

Bupati Bandung juga turut menyampaikan program keagamaan lain yaitu BESTI atau Beasiswa Ti Bupati. Lahirnya program BESTI ini, katanya, karena sebelumnya banyak anak-anak yang berprestasi yang cerdas, hafal Al-Quran, tapi tidak bisa melanjutkan kuliah.

"Kenapa? Karena orang tuanya tidak ada kemampuan. Maka dari mulai saya terpilih jadi Bupati Bandung sampai hari ini tetap untuk Beasiswa Ti Bupati akan kita lanjutkan. Tahun ini kita siapkan 250 calon mahasiswa," ujarnya.

"Insya Allah, saya ingin setiap tahun naik sampai 500 calon mahasiswa melalui program BESTI ini," harapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....