PAD Kota Bandung Capai 90 Persen Akhir Tahun

  • 02 Jan 2026 12:14 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung; Pemerintah Kota Bandung mencatat realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga akhir tahun mencapai sekitar 90 persen. Capaian ini ditopang oleh meningkatnya aktivitas pariwisata dan sektor pelayanan pajak selama periode libur akhir tahun.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Iskandar Zulkarnaen, mengatakan bahwa hingga saat ini Kota Bandung tidak memiliki banyak sumber alternatif untuk mendongkrak PAD selain sektor pelayanan, khususnya pajak daerah. Oleh karena itu, optimalisasi pendapatan dari sektor tersebut terus menjadi fokus utama Pemkot Bandung.

“Di luar itu, kita memang tidak memiliki banyak sumber lain untuk mendongkrak PAD. Karena itu, jika dilihat dari sisi pendapatan, khususnya pajak di akhir tahun, berdasarkan data sementara dari Bapenda yang saya lihat, realisasinya sudah mencapai sekitar 90 persen,” ujar Iskandar Zulkarnaen, Jumat (2/1/2026).

Baca juga:OJK Jabar Dorong Penguatan Ekonomi Kuningan

Ia menjelaskan, capaian tersebut menunjukkan bahwa pendapatan Kota Bandung dari sektor pajak pelayanan masih berada dalam kondisi yang cukup baik dan tidak mengalami penurunan signifikan. Bahkan, meski sempat terdampak oleh sejumlah kebijakan di pertengahan tahun, kinerja pendapatan daerah tetap mampu bangkit menjelang akhir tahun.

“Artinya, pendapatan Kota Bandung dari sektor pelayanan pajak cukup baik dan tidak mengalami penurunan,” katanya.

Iskandar mengakui, pada pertengahan tahun lalu terdapat beberapa kebijakan yang berpengaruh terhadap laju ekonomi daerah. Di antaranya pembatasan kegiatan di hotel serta pembatasan pelaksanaan studi tur atau studi banding dari luar daerah. Bagi Kota Bandung yang sangat bergantung pada sektor pariwisata dan jasa, kebijakan tersebut tentu memberikan dampak cukup terasa.

“Untuk kota seperti Bandung, kebijakan tersebut tentu berdampak, karena pariwisata dan kegiatan pendukungnya menjadi salah satu motor penggerak ekonomi,” katanya.

Namun demikian, ia bersyukur bahwa pada akhir tahun, kondisi tersebut berangsur membaik. Berdasarkan data terakhir dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), capaian realisasi PAD yang mencapai 90 persen menjadi indikator bahwa Kota Bandung masih menjadi salah satu tujuan utama pariwisata nasional.

“Alhamdulillah, di akhir tahun, berdasarkan data terakhir Bapenda, capaian 90 persen ini menunjukkan bahwa Bandung masih menjadi tujuan utama pariwisata,” ucapnya.

Lebih lanjut, Iskandar memaparkan bahwa target PAD yang ditetapkan Bapenda Kota Bandung juga mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2024, target PAD berada di angka sekitar Rp2,6 triliun. Sementara pada tahun 2025, target tersebut dinaikkan menjadi sekitar Rp3,3 triliun.

“Artinya, pendapatan kita memang meningkat. Untuk realisasi sementara saat ini berada di angka Rp3 triliun lebih,” ungkapnya.

Realisasi PAD tersebut, lanjut Iskandar, juga ditopang oleh kontribusi dari sektor opsen, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), serta Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Secara umum, ia menilai kondisi keuangan daerah Kota Bandung masih berada dalam situasi yang stabil dan terkendali.

“Secara umum, kondisinya masih terlihat stabil. Ke depan, tentu kita akan terus berupaya menjaga dan meningkatkan kinerja pendapatan daerah, seiring dengan penguatan sektor pariwisata dan pelayanan publik,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....