Kinerja Perbankan Jabar Stabil, Kredit Tembus 1.036 Triliun

  • 10 Des 2025 12:46 WIB
  •  Bandung

KBRN,Bandung: Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa kinerja industri perbankan di Jawa Barat hingga Oktober 2025 tetap stabil dengan tren pertumbuhan positif. Ketahanan sektor ini ditopang oleh fungsi intermediasi yang berjalan optimal serta kondisi likuiditas yang memadai.

Kepala OJK Jawa Barat, Darwisman mengatakan, Indikator utama menunjukkan perbankan Jawa Barat mencatat pertumbuhan tahunan (year on year/yoy) positif. Total aset meningkat 3,51 persen, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 5,58 persen, dan penyaluran kredit naik 4,02 persen. “Rasio Non-Performing Loan (NPL) gross tercatat 3,46 persen, masih dalam batas aman. Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 140,97 persen menegaskan besarnya porsi kredit yang disalurkan kepada masyarakat,”ungkapnya. Rabu (10/12/2025).

Berdasarkan lokasi proyek, total kredit bank umum di Jawa Barat mencapai Rp1.036 triliun, tumbuh 4,02 persen yoy. Meski demikian, laju pertumbuhan ini masih di bawah rata-rata nasional yang mencapai 7,32 persen yoy, serta lebih rendah dibandingkan Sumatera Utara (11,64 persen), DKI Jakarta (10,64 persen), dan Banten (5,30 persen). Secara nasional, Jawa Barat tetap menempati posisi kedua terbesar dalam penyaluran kredit setelah DKI Jakarta, dengan pangsa pasar 12,34 persen.

Baca juga : Jelang Nataru, Harga Cabai Tembus 90 Ribu

Sektor Ekonomi

Penyaluran kredit terbesar terserap oleh Rumah Tangga sebesar Rp434,61 triliun (tumbuh 6,16 persen yoy) dan Industri Pengolahan Rp166,03 triliun (tumbuh 11,41 persen yoy).

Namun, perlambatan terjadi pada sektor Perdagangan Besar dan Eceran (Rp4,96 triliun), Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi (Rp4,27 triliun), serta Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (Rp6,01 triliun).

Sejumlah sektor tetap ekspansif dengan risiko terkendali, antara lain Konstruksi tumbuh 9,18 persen yoy, Real Estat naik 11,29 persen yoy, dan Rumah Tangga meningkat 6,16 persen yoy.

Sebaran Wilayah

Lima kabupaten/kota dengan DPK terbesar adalah:

  • Kota Bandung Rp248,53 triliun (33,81 persen)
  • Kota Bekasi Rp106,68 triliun (14,51 persen)
  • Kabupaten Bekasi Rp57,99 triliun (7,89 persen)
  • Kota Depok Rp50,47 triliun (6,87 persen)
  • Kabupaten Karawang Rp42,19 triliun (5,74 persen)

Adapun penyaluran kredit terbesar meliputi:

  • Kabupaten Bekasi Rp174,66 triliun (16,85 persen)
  • Kabupaten Bogor Rp141,62 triliun (13,67 persen)
  • Kota Bandung Rp131,74 triliun (12,71 persen)
  • Kota Bekasi Rp79,43 triliun (7,67 persen)
  • Kabupaten Karawang Rp76,81 triliun (7,41 persen)

Dari sisi jenis usaha, perbankan konvensional masih mendominasi dengan pangsa aset 90,11 persen (Rp939 triliun), DPK 88,88 persen (Rp653 triliun), dan kredit 88,87 persen (Rp920 triliun). Sementara perbankan syariah mencatat pangsa aset 9,89 persen (Rp103 triliun), DPK 11,12 persen (Rp82 triliun), dan kredit 11,23 persen (Rp116 triliun).

Berdasarkan fungsi, Bank Umum mendominasi dengan pangsa aset 96,79 persen (Rp1.009 triliun), DPK 96,82 persen (Rp712 triliun), dan kredit 97,63 persen (Rp1.011 triliun). Sisanya berasal dari BPR dan BPR Syariah dengan pangsa aset 3,21 persen (Rp34 triliun), DPK 3,18 persen (Rp23 triliun), dan kredit 2,37 persen (Rp25 triliun).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....