Home Credit Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda
- 25 Nov 2025 15:44 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung; PT Home Credit Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan literasi keuangan di Indonesia, khususnya bagi generasi muda. Upaya ini diwujudkan melalui penyelenggaraan seminar DoITCERDAS, Belajar Strategi Keuangan Untuk Wujudkan Cheetah-Cheetah di Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Bandung, Selasa (25/11/2025).
Head of Collection Operations Home Credit, Andri Maulana, mengungkapkan bahwa meski tingkat inklusi keuangan nasional telah mencapai sekitar 80 persen, namun literasi keuangan masih berada di kisaran 60 persen. Kondisi tersebut menjadi alasan Home Credit terus bergerak mengedukasi masyarakat, terutama anak muda, agar memahami konsep pembiayaan yang bertanggung jawab.
“Tugas kami adalah membantu meningkatkan literasi masyarakat. Dengan pemahaman yang benar, masyarakat bisa mengetahui cara meminjam, mengelola keuangan, hingga memahami skor kredit yang akan berpengaruh pada masa depan mereka,” ujar Andri Kampanye Edukasi Berkelanjutan dan Program Go to Campus, selasa(25/11/2025).
Andri menjelaskan bahwa Home Credit telah menjalankan berbagai kampanye edukasi secara masif melalui platform digital, termasuk media sosial dan pesan WhatsApp. Tujuannya untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas, bukan hanya nasabah aktif.
Baca juga:OJK Jabar Genjot Edukasi Keuangan, Ribuan Laporan Ditindak
Program edukasi ini juga dikemas dalam kegiatan Go to Campus, yang dilaksanakan sekali setiap tahun. Tahun lalu Home Credit menggelar kegiatan serupa di Yogyakarta, tahun ini di Bandung, dan tahun depan direncanakan berlangsung di Bali.
“Kami memilih kampus-kampus yang dapat memberikan dampak besar terhadap peningkatan literasi finansial. Para mahasiswa adalah generasi yang nantinya akan memasuki dunia kerja dan membutuhkan pemahaman kuat tentang pengelolaan keuangan,” ucapnya.
Terkait maraknya fenomena gagal bayar maupun penggunaan pinjaman ilegal, Home Credit menegaskan bahwa literasi dan edukasi adalah kunci pencegahan.
“Kami selalu mendorong masyarakat untuk menggunakan layanan pembiayaan yang terdaftar dan diawasi OJK. Dalam internal, kami memperkuat proses analisis saat pengajuan dengan data yang komprehensif, sehingga dapat meminimalkan risiko gagal bayar,” katanya.
Dalam seminar tersebut, peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya menjaga skor kredit. Skor kredit yang baik disebut dapat membuka peluang dalam hidup, seperti kemudahan akses pembiayaan hingga kesempatan kerja.
Materi lain yang dibahas meliputi prinsip dasar pengelolaan keuangan, pentingnya kebiasaan menabung, peluang kewirausahaan, serta peran asuransi dalam perlindungan finansial.
Sementara itu Asisten Direktur Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Jawa Barat, Iman K. Nugraha, turut hadir dan mengapresiasi langkah Home Credit.
“Segmen mahasiswa berdasarkan survei nasional memiliki tingkat literasi keuangan di bawah rata-rata nasional, sementara tingkat inklusinya justru sudah lebih tinggi. Artinya, mereka sudah menggunakan produk keuangan, tetapi belum memahami sepenuhnya risikonya. Karena itu edukasi seperti ini sangat penting,” katanya.
Iman menambahkan bahwa survei literasi dan inklusi terbaru yang dirilis OJK masih pada tingkat nasional dan belum merinci berdasarkan provinsi, termasuk Jawa Barat.
“Jadi kami belum bisa menyampaikan data literasi keuangan Jawa Barat secara spesifik, karena survei terbaru masih dalam bentuk nasional,” tandasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....