KAI Terapkan BBM B50, Sumber Energi Ramah Lingkungan

  • 27 Agt 2026 15:23 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Transformasi energi menjadi bagian penting dalam pengembangan transportasi masa depan. Sebagai operator transportasi berbasis rel, PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat efisiensi energi melalui inovasi operasional dan pemanfaatan bahan bakar dengan kandungan biodiesel yang semakin tinggi.

Seluruh lokomotif dan kereta pembangkit berbahan bakar solar yang dikelola KAI telah menggunakan campuran biodiesel B40 sejak Januari 2026. Selanjutnya, mulai 1 Juli 2026, KAI menerapkan penggunaan B50 pada seluruh lokomotif dan kereta pembangkit berbahan bakar solar untuk operasional KA Jarak Jauh dan KA Lokal yang dikelola KAI.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan penerapan B50 menjadi bagian dari strategi KAI. Itu dalam meningkatkan efisiensi energi operasional sekaligus mendukung pengurangan emisi karbon dari perjalanan kereta api.

“Transportasi masa depan membutuhkan pengelolaan energi yang semakin efisien dan terukur. Melalui penerapan B50, KAI terus mengoptimalkan penggunaan energi dengan kandungan biodiesel yang lebih tinggi untuk mendukung operasional kereta api yang semakin berkelanjutan,” ujar Anne kepada RRI, Kamis 27 Agustus 2026.

Berdasarkan data penggunaan BBM periode 1 Januari–24 Agustus 2026, KAI telah menggunakan sekitar 172.228.585 liter BBM untuk operasional kereta api yang dikelola perusahaan. Konsumsi tersebut mencakup kebutuhan lokomotif dan kereta pembangkit berbahan bakar solar pada layanan KA Jarak Jauh dan KA Lokal KAI.

Selama 55 hari penerapan B50, yaitu periode 1 Juli–24 Agustus 2026, peningkatan campuran biodiesel dari B40 menjadi B50 memberikan tambahan manfaat pengurangan emisi karbon. Berdasarkan estimasi konsumsi BBM operasional KAI pada periode tersebut, kebutuhan BBM diproyeksikan mencapai sekitar 40 juta liter.

Peningkatan kandungan biodiesel sebesar 10 persen dibandingkan penggunaan B40 tersebut diperkirakan menghasilkan tambahan pemanfaatan biodiesel sekitar 4 juta liter. Dengan menggunakan pendekatan manfaat pengurangan emisi program biodiesel Kementerian ESDM, penerapan B50 selama periode tersebut diproyeksikan memberikan pengurangan emisi sekitar ±9 ribu ton CO₂e dibandingkan skenario penggunaan B40.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....