Integrasi Kereta Api, Dry Port, Seaport, Jaringan Distribusi

  • 26 Agt 2026 01:37 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengkaji penguatan konektivitas angkutan barang. Yaitu dari dan menuju Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB)/Industropolis Batang sebagai bagian dari pengembangan ekosistem logistik yang semakin terintegrasi di Pulau Jawa.

Pembahasan pengembangan konektivitas tersebut melibatkan beberapa pihak. Itu meliputi PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (Perseroda) atau SPJT, Perusahaan Umum Daerah Aneka Usaha Kabupaten Batang atau Perumda Aneka Usaha Batang, serta PT Kawasan Industri Terpadu Batang atau KITB/Industropolis Batang.

Kajian itu diarahkan pada keterhubungan kawasan industri dengan dry port, seaport, jaringan kereta api, pergudangan, trucking, serta pelabuhan utama. Sinergitas itu merupakan Peningkatan signifikan dalam dunia Transportasi Masa kini.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan infrastruktur logistik memiliki peran strategis. Itu dalam menentukan kelancaran arus barang dari kawasan industri menuju pasar domestik maupun internasional.

“Kawasan industri membutuhkan jaringan logistik yang mampu menghubungkan pusat produksi dengan pusat distribusi dan pelabuhan secara efisien. KAI melihat kereta api memiliki ruang besar untuk memperkuat jaringan tersebut, terutama untuk pergerakan barang dalam volume besar dan jarak yang semakin panjang,” ujar Anne, Senin 24 Agustus 2026.

Peran tersebut didukung skala layanan angkutan barang KAI. Sepanjang Januari–Juli 2026, KAI melayani 38.648.919 ton barang. Sebanyak 31.661.769 ton merupakan batu bara, sementara 6.987.150 ton berasal dari komoditas nonbatu bara seperti petikemas, semen, BBM, komoditas perkebunan, ritel, dan komoditas lainnya.

Menurut Anne, pengalaman mengelola pergerakan barang dalam volume besar menjadi modal penting dalam membaca potensi kawasan industri baru. Bertumbuhnya aktivitas produksi di KITB dapat membuka arus barang baru apabila terkoneksi dengan terminal, pelabuhan, dan jaringan distribusi yang sesuai dengan karakteristik masing-masing komoditas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....