EV-GO Sosialisasikan dan Uji Coba Motor Listrik Konversi untuk Ojol di Bali
- 25 Agt 2026 11:29 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung — EV-GO mulai memperluas implementasi program kendaraan listrik di Bali melalui sosialisasi sekaligus uji coba pemanfaatan sepeda motor listrik hasil konversi kepada komunitas pengemudi ojek online (ojol) sepanjang 2026. Program tersebut menjadi langkah awal EV-GO untuk menguji secara langsung penggunaan kendaraan hasil konversi dari motor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik, khususnya dalam aktivitas mobilitas harian dengan tingkat intensitas tinggi.
Pengemudi ojol dipilih bukan tanpa alasan. Kendaraan yang digunakan pengemudi transportasi daring memiliki intensitas penggunaan yang jauh lebih tinggi dibandingkan sepeda motor pada umumnya. Karena itu, komunitas ojol dinilai menjadi kelompok yang relevan untuk menguji efisiensi biaya operasional, ketahanan kendaraan, kemudahan penggunaan, kebutuhan baterai, serta kesiapan infrastruktur pendukung motor listrik hasil konversi.
Dalam kegiatan sosialisasi di Bali, tim EV-GO memperkenalkan kendaraan hasil konversi, sekaligus memberikan kesempatan kepada para pengemudi untuk mencoba dan memahami bagaimana kendaraan yang sebelumnya menggunakan mesin pembakaran internal tetap dapat dimanfaatkan setelah sistem penggeraknya diubah menjadi listrik.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari rencana EV-GO untuk menjadikan Bali sebagai salah satu pusat pengembangan ekosistem konversi kendaraan listrik di Indonesia. Raine Renaldi, President EV-GO, mengatakan, program konversi juga dapat diarahkan untuk mendukung kegiatan niaga maupun kendaraan operasional di kawasan wisata.
“Kita bisa mulai program konversi kendaraan pada kegiatan niaga dan juga kendaraan dinas yang beroperasi di kawasan wisata,” imbuh Raine Renaldi Selasa 25 Agustus 2026.
Raine menambahkan, konversi motor menjadi kendaraan listrik berpotensi meningkatkan efektivitas dan produktivitas usaha, terutama bagi sektor yang memiliki tingkat penggunaan kendaraan tinggi. “Pasti akan terasa jauh lebih efisien bagi pelaku usaha seperti rental dan juga ojol, dan ini sangat berpengaruh pada produktivitas,” ucap Raine.
EV-GO Fleet Jembatani Pemilik Motor dan Pengemudi Ojol
Sepanjang 2026, EV-GO mulai melakukan pendekatan langsung kepada komunitas pengemudi ojol di Bali. Dalam keterangan perusahaan, kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkenalkan peluang menekan biaya operasional harian melalui penggunaan kendaraan listrik.
EV-GO juga menegaskan bahwa EV-GO Fleet tidak diposisikan sebagai pesaing platform transportasi daring seperti Gojek maupun Grab. Sebaliknya, EV-GO ingin menjadi bagian dari infrastruktur kendaraan dan energi yang dapat digunakan oleh pengemudi yang telah berada dalam ekosistem transportasi daring.
Konsep tersebut membuat EV-GO Fleet berada pada posisi yang berbeda dengan perusahaan ride-hailing. EV-GO berfokus pada kendaraan, teknologi, energi, dan infrastrukturnya.
EV-GO Fleet juga dirancang untuk menjembatani kebutuhan antara pemilik kendaraan dan pengemudi ojol. Pemilik motor listrik hasil konversi dapat menjadikan kendaraannya sebagai kendaraan yang disewakan, baik untuk wisatawan maupun pengemudi ojol.
Di sisi lain, pengemudi yang telah terverifikasi dapat memanfaatkan fasilitas tersebut dengan menyewa kendaraan secara harian dengan biaya yang lebih terjangkau. Penggunaan motor listrik juga membuka peluang efisiensi karena pengemudi tidak lagi bergantung pada pembelian BBM untuk operasional kendaraan.
Tidak berhenti di sisi kendaraan, EV-GO juga mengembangkan aplikasi yang dapat mendukung aktivitas pengemudi. Konsep tersebut diuji melalui program free trip yang berlangsung di sela-sela Coinfest Asia 2026 di Bali.
Dalam kegiatan tersebut, EV-GO menawarkan 10.000 perjalanan gratis selama periode 17 hingga 24 Agustus 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan langsung ekosistem EV-GO Fleet kepada masyarakat dan pengguna kendaraan.
Melalui pendekatan tersebut, masyarakat tidak hanya melihat kendaraan listrik hasil konversi, tetapi juga dapat merasakan langsung pengalaman menggunakan kendaraan dan layanan yang berada dalam ekosistem EV-GO Fleet.
Sejalan dengan Arah Elektrifikasi Pemerintah Bali
Pengembangan EV-GO Fleet di Bali juga diarahkan untuk mengikuti perkembangan kebijakan pemerintah daerah terkait transportasi rendah emisi.
Raine menyebutkan, sejumlah kawasan wisata menjadi salah satu fokus pengembangan, di antaranya wilayah Kuta dan Sanur.
Pada Januari 2026, Pemerintah Provinsi Bali menggelar koordinasi strategis mengenai implementasi pembangunan ekosistem kendaraan listrik. Pembahasan tersebut mencakup akselerasi pengembangan zonasi ekosistem kendaraan listrik di Bali sebagai bagian dari transisi energi bersih dan transportasi berkelanjutan.
Komitmen tersebut semakin konkret pada Agustus 2026. Gubernur Bali Wayan Koster menetapkan lima wilayah, yakni Nusa Dua, Kuta, Ubud, Sanur, dan Kepulauan Nusa Penida, untuk dikembangkan sebagai kawasan rendah emisi.
Salah satu pilar utama kebijakan tersebut adalah Green Mobility, yakni penerapan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). Bali dengan demikian mulai bergerak dari sekadar kampanye kendaraan listrik menuju pembentukan kawasan yang secara nyata mendorong penggunaan transportasi rendah emisi.
Momentum tersebut membuat uji coba kendaraan konversi EV-GO bersama pengemudi ojol menjadi relevan dengan arah pembangunan Bali pada 2026.
Bagi EV-GO, komunitas ojol dapat menjadi salah satu kelompok penting dalam menguji kendaraan listrik secara langsung dalam kondisi penggunaan yang intensif. Dari pengalaman tersebut, data mengenai efisiensi, kebutuhan energi, pola penggunaan, hingga kebutuhan infrastruktur dapat menjadi dasar untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik dalam skala yang lebih luas.
Dari motor yang sudah ada, pengemudi ojol, hingga kawasan wisata Bali, EV-GO mencoba membangun ekosistem yang menghubungkan kendaraan, energi, pemilik kendaraan, dan pengguna dalam satu sistem menuju akselerasi elektrifikasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....