Sistem Keamanan Kereta Api Semakin Baik, Perjalanan Nyaman

  • 07 Agt 2026 19:00 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat keamanan dan kerahasiaan data pelanggan seiring semakin luasnya penggunaan layanan perjalanan berbasis digital. Penguatan tersebut mencakup kebijakan pelindungan data, pengamanan sistem, pengendalian akses, penanganan insiden siber, serta pemberian informasi yang jelas kepada pelanggan mengenai penggunaan datanya.

“Semakin luas penggunaan layanan digital, semakin besar pula tanggung jawab KAI dalam menjaga sistem dan data pelanggan. Kemudahan pelayanan harus berjalan bersama keamanan, transparansi, dan penghormatan terhadap hak pelanggan,” jelas VP Corporate Communication KAI, Anne Purba kepada RRI, Jumat 7 Agutsus 2026.

KAI menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Informasi berstandar internasional ISO 27001. Standar tersebut menjadi acuan dalam mengelola risiko keamanan informasi, mengatur akses terhadap data, serta menjaga kerahasiaan, keutuhan, dan ketersediaan informasi.

Penguatan tata kelola juga dilakukan melalui pembentukan Computer Security Incident Response Team atau CSIRT. Tim ini bertugas menangani, mengoordinasikan, dan merespons apabila ditemukan insiden keamanan siber.

KAI turut menetapkan Data Protection Officer atau DPO, yaitu pejabat yang mengawal penerapan kebijakan dan kepatuhan perusahaan dalam pelindungan data. Berdasarkan Laporan Keberlanjutan 2025, tingkat kematangan tata kelola teknologi informasi KAI mencapai sekitar level 3,8.

Selain penguatan organisasi, KAI menjalankan pemeriksaan kerentanan dan pengujian keamanan sistem secara berkala. Pemeriksaan tersebut bertujuan menemukan potensi celah pada aplikasi dan infrastruktur digital agar dapat ditangani sebelum mengganggu pelayanan atau menimbulkan risiko terhadap informasi pelanggan.

Pengelolaan data pelanggan dilakukan dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi serta kebijakan internal perusahaan. KAI juga terus memberikan edukasi kepada pekerja mengenai keamanan informasi, pengelolaan akses, dan tanggung jawab dalam memproses data.

“KAI akan terus memperkuat teknologi, tata kelola, dan kesiapan penanganan insiden seiring perkembangan layanan digital. Bagi KAI, menjaga perjalanan pelanggan juga berarti menjaga informasi yang telah dipercayakan kepada perusahaan,” tutup Anne.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....