Kombinasi Energi BBM Solar Kereta Api Berpengaruh Signifikan
- 03 Agt 2026 11:46 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Sejak 1 Juli 2026, KAI menjalankan uji terap biodiesel B50 selama tiga bulan. B50 merupakan bahan bakar dengan campuran 50% biodiesel berbasis nabati dan 50% diesel.
Pelaksanaan uji terap dilakukan untuk mempelajari pengaruh penggunaan B50 terhadap performa mesin, konsumsi bahan bakar, sistem penyaringan, perawatan, serta keandalan sarana dalam berbagai kondisi operasi. “B50 memiliki kandungan biodiesel yang lebih tinggi dibandingkan B40 yang digunakan sebelumnya. Karena itu, penerapannya perlu melalui pengujian dan evaluasi teknis agar tetap sesuai dengan persyaratan keselamatan, kesiapan sarana, dan keandalan perjalanan kereta api,” ujar selaku VP Corporate Communication KAI kepada RRI, Senin 3 Augustus 2026.
Pengelolaan energi juga berkaitan dengan pengembangan layanan barang berbasis rel. Kereta api mampu membawa muatan dalam jumlah besar melalui satu perjalanan terjadwal sehingga kebutuhan kendaraan dan perjalanan di jalan raya dapat dikurangi.
Dalam Laporan Keberlanjutan KAI 2025, satu rangkaian kereta barang digambarkan mampu membawa sekitar 3.050 ton muatan. Untuk membawa kapasitas yang setara melalui jalan raya, dibutuhkan sekitar 144 truk trailer.
Perbandingan tersebut memperlihatkan keuntungan kereta api dalam mengonsolidasikan muatan besar ke dalam satu rangkaian. Manfaatnya mencakup efisiensi penggunaan bahan bakar, pengurangan kepadatan lalu lintas, serta penurunan risiko kerusakan jalan akibat kendaraan berat.
“Bagi sektor industri, kereta barang memberikan kapasitas besar, jadwal yang terencana, dan penggunaan energi yang lebih efisien untuk perjalanan jarak menengah hingga jauh. Peningkatan distribusi melalui rel dapat membantu memperkuat sistem logistik nasional yang lebih efisien,” kata Anne.
Efisiensi sumber daya turut didukung melalui digitalisasi pelayanan. Sepanjang Semester I 2026, Face Recognition Boarding Gate digunakan oleh 5.555.034 pelanggan KA Jarak Jauh.
Pemanfaatan fasilitas tersebut diperkirakan mengurangi kebutuhan sekitar 13.888 rol kertas boarding pass, dengan estimasi penghematan biaya mencapai Rp203,80 juta. Berdasarkan simulasi internal, pengurangan kertas tersebut setara dengan bahan baku sekitar 75 pohon.
KAI juga menyediakan 124 unit fasilitas air minum gratis di 58 stasiun pada 70 area layanan. Pelanggan dapat mengisi ulang air minum dengan membawa tumbler sehingga penggunaan botol plastik sekali pakai selama perjalanan dapat ditekan.
“Efisiensi energi merupakan bagian dari pengelolaan sumber daya perusahaan secara menyeluruh. KAI mengelola bahan bakar, listrik, kertas, air, dan kebutuhan operasional lainnya secara terukur agar pelayanan tetap andal serta dampak terhadap lingkungan dapat dikurangi secara bertahap,” tutup Anne.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....