Upaya Pelihara Lingkungan lewat Transportasi Masal Hemat BBM

  • 03 Agt 2026 11:43 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus meningkatkan efisiensi penggunaan energi dalam kegiatan operasional dan pelayanan. Berdasarkan Laporan Keberlanjutan KAI 2025, total konsumsi energi perusahaan turun dari 11.945.467 gigajoule (GJ) pada 2024 menjadi 10.107.302 GJ pada 2025.

“Angka ini bukan berarti setiap pelanggan secara langsung menggunakan energi sebesar 0,0205 GJ. Nilai tersebut diperoleh dengan membagi seluruh energi yang digunakan KAI selama setahun dengan jumlah pelanggan yang dilayani. Semakin rendah angkanya, semakin efisien energi yang digunakan untuk menghasilkan pelayanan,” ujar VP Corporate Communication KAI, Anne Purba kepada RRI, Senin 3 Augustus 2026.

Efisiensi serupa tercatat pada layanan barang. Kebutuhan energi turun dari 0,1726 GJ untuk setiap ton barang pada 2024 menjadi 0,1453 GJ per ton pada 2025. Dengan demikian, energi yang diperlukan untuk melayani satu ton barang menjadi 15,82% lebih hemat.

Intensitas energi terhadap pendapatan juga turun dari 0,3308 GJ per Rp miliar pada 2024 menjadi 0,2826 GJ per Rp miliar pada 2025. Itu atau membaik sebesar 14,57%.

Data tersebut menunjukkan bahwa konsumsi energi KAI menurun, sementara energi yang digunakan untuk menghasilkan pelayanan kepada pelanggan, distribusi barang, dan aktivitas bisnis menjadi semakin efisien. Data total penggunaan serta intensitas energi tersebut tercantum dalam bagian Aspek Energi Laporan Keberlanjutan KAI 2025.

Memasuki Semester I 2026, skala pelayanan KAI Group terus meningkat. KAI Group melayani 258.993.359 pelanggan, naik 7,55% dibandingkan Semester I 2025 sebanyak 240.805.920 pelanggan. Pada periode yang sama, layanan barang KAI mencapai sekitar 32,50 juta ton.

“Peningkatan kapasitas pelayanan perlu disertai pengelolaan energi yang disiplin. Fokus KAI adalah memastikan penambahan pelanggan dan volume barang dapat dilayani dengan penggunaan energi yang semakin efisien, tanpa mengurangi aspek keselamatan dan keandalan operasi,” kata Anne.

Efisiensi energi diperkuat melalui pemanfaatan energi terbarukan. KAI telah mengoperasikan 113 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya di 92 lokasi, yang terdiri atas 62 stasiun, 10 balai yasa, 10 kantor, enam griya karya, tiga depo, dan satu record center.

Total kapasitas PLTS yang terpasang mencapai 4.430,65 kilowatt peak atau sekitar 4,43 megawatt peak. Pemanfaatannya berpotensi mengurangi emisi lebih dari 5.000 ton karbon dioksida per tahun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....