Kereta Gunakan Sumber Energi Baru, Lebih Ekonomis Efisien

  • 25 Jul 2026 15:23 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung- Baru baru ini penggunaan solar untuk kereta tercatat sebesar 318,78 kiloliter atau 12.081,92 GJ pada 2025. Pada 2024, penggunaan solar mencapai 211,28 kiloliter atau 8.007,52 GJ, sedangkan pada 2023 sebesar 229,31 kiloliter atau 8.690,72 GJ.

KAI juga memanfaatkan energi baru terbarukan dari pembangkit listrik tenaga surya serta listrik yang dipasok PLN. Perhitungan konsumsi energi mencakup unit kerja di seluruh wilayah operasional KAI, termasuk kegiatan perkeretaapian dan fasilitas pendukungnya.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, menurut laporan pada 2025, KAI mengimplementasikan penggunaan bahan bakar B40 pada operasional kereta api. Uji coba dilakukan pada lokomotif layanan barang relasi Jakarta–Surabaya dan mesin genset KA Bogowonto relasi Lempuyangan–Pasar Senen.

"Untuk mendukung pengujian tersebut, KAI membangun fasilitas pencampuran dan pengisian B40 di lima lokasi, yaitu Cipinang, Arjawinangun, Lempuyangan, Cepu, dan Pasar Turi. Pada akhir 2025, KAI juga mulai menyiapkan pengujian B50 yang sudah diterapkan secara bertahap pada Juli 2026," ungkap Anne kepada RRI, Sabtu 25 Juli 2026.

Anne menjelaskan, capaian efisiensi energi semakin relevan seiring pertumbuhan jumlah pelanggan KAI Group. Sepanjang Semester I 2026, KAI Group melayani 258.993.359 pelanggan, meningkat 7,55% dibandingkan Semester I 2025 sebanyak 240.805.920 pelanggan.

Pertumbuhan tersebut berasal dari berbagai layanan KAI Group. Layanan KA jarak jauh dan lokal yang dikelola KAI melayani 29.858.267 pelanggan, meningkat 8,72% dibandingkan Semester I 2025 sebanyak 27.463.555 pelanggan.

KAI Commuter melayani 204.151.200 pelanggan, naik 6,58% dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 191.540.583 pelanggan. LRT Jabodebek melayani 16.018.911 pelanggan, meningkat 22,84% dari 13.040.403 pelanggan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....