Pembiayaan Small Medium Enterprise dan Ritel Syariah Terus Didorong pada 2026
- 17 Jul 2026 15:56 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menggelar Synergy Roadshow 2026 di Bandung, Jawa Barat, Jumat, 17 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kedua lembaga untuk memperkuat kolaborasi sekaligus mengevaluasi kinerja bisnis seluruh wilayah operasional Bank Muamalat di Indonesia.
Direktur Utama Bank Muamalat, Imam Teguh Saptono, menjelaskan Bandung menjadi kota ketiga dalam rangkaian Synergy Roadshow 2026 setelah sebelumnya berlangsung di Jakarta dan Surabaya. Setelah Bandung, agenda serupa dijadwalkan berlanjut ke Yogyakarta, Makassar, dan Medan sebagai bagian dari penguatan strategi bisnis perusahaan di berbagai daerah.
"Bandung merupakan lokasi ketiga penyelenggaraan Synergy Roadshow 2026 setelah Jakarta dan Surabaya. Selanjutnya kegiatan serupa akan dilaksanakan di Yogyakarta, Makassar, dan Medan,” ujar Imam Teguh Saptono, Jumat, 17 Juli 2026.
Menurut Imam, forum yang mempertemukan jajaran pimpinan wilayah, kepala cabang, dan tim penjualan tersebut menjadi wadah untuk menyampaikan arah kebijakan perusahaan, strategi bisnis, serta prioritas yang akan dijalankan pada semester kedua tahun 2026. Selain itu, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia sekaligus memetakan peluang pertumbuhan bisnis di setiap wilayah.
"Kami juga mengidentifikasi peluang pertumbuhan di masing-masing daerah. Sasarannya jelas, kami ingin membangun semangat dan optimisme menghadapi semester kedua tahun ini, di tengah kondisi perekonomian nasional yang menantang dan kondisi global yang masih bergejolak,” kata Imam.
Dalam kesempatan tersebut, Bank Muamalat kembali menegaskan komitmennya menjalankan strategi pertumbuhan yang berkelanjutan. Fokus utama diarahkan pada penguatan segmen ritel, baik consumer maupun Small Medium Enterprise (SME), yang dinilai lebih tangguh menghadapi dinamika ekonomi.
Di sisi lain, pengembangan segmen korporasi tetap dilakukan secara selektif dan sehat untuk menjaga kualitas bisnis.
Strategi tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Hingga akhir Maret 2026, pembiayaan Solusi Emas Hijrah tercatat melonjak lebih dari 11 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya hingga mencapai Rp1,7 triliun.
Pertumbuhan itu juga diikuti peningkatan jumlah rekening nasabah sebesar 274 persen secara tahunan. Sementara itu, outstanding pembiayaan sektor SME mencapai Rp3,1 triliun atau tumbuh 33 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Imam menilai sektor usaha kecil dan menengah memiliki prospek yang sangat menjanjikan karena berkontribusi besar terhadap stabilitas ekonomi nasional. Selain itu, karakteristik sektor tersebut dinilai memiliki penyebaran risiko yang lebih baik sehingga layak menjadi salah satu fokus pengembangan bisnis Bank Muamalat.
"SME merupakan sektor yang sangat prospektif untuk dikembangkan karena memiliki peran krusial sebagai penopang stabilitas ekonomi nasional. Sektor ini juga mempunyai manajemen atau penyebaran risiko yang baik,” tuturnya.
Selain membahas strategi bisnis, BPKH dan Bank Muamalat juga menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam ekosistem haji dan umrah. Salah satu bentuk kolaborasi yang telah diwujudkan adalah peluncuran Kartu Haji Indonesia sebagai pengganti transaksi tunai bagi jemaah di Tanah Suci. Inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan sekaligus mendukung digitalisasi layanan ibadah haji dan umrah.
Bank Muamalat juga terus memperluas akses layanan pendaftaran haji melalui aplikasi Muamalat DIN, seluruh kantor cabang, hingga jaringan PT Pos Indonesia. Melalui fitur Bank Haji di Muamalat DIN, masyarakat dapat melakukan pendaftaran, pelunasan biaya haji, hingga mengecek riwayat pendaftaran dan nilai manfaat haji secara digital.
Ke depan, BPKH dan Bank Muamalat sepakat melanjutkan berbagai program bersama, baik di tingkat nasional maupun internasional, yang mencakup sosialisasi, penghimpunan dana, hingga program kemaslahatan.
Selain itu, BPKH juga telah menunjuk Bank Muamalat sebagai salah satu bank syariah penyedia layanan kustodian. Imam optimistis sinergi tersebut akan memperkuat kualitas layanan bagi calon jemaah sekaligus mendorong perkembangan ekonomi syariah di Indonesia.
"Kami ingin setiap layanan, produk, dan nilai tambah yang dapat kami berikan menjadi jalan hijrah bagi stakeholders menuju berkah. Di mana kebermanfaatannya bisa berkelanjutan dan dirasakan semua elemen di mana pun,” ujar Imam.
"Dengan memanfaatkan kapabilitas digital dan jejaring yang dimiliki, sinergi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan bagi calon jemaah haji dan umrah, tetapi juga memperkuat peran ekonomi syariah dalam mendukung kemaslahatan umat secara lebih luas,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....