Ratusan Ton Barang Terkirim oleh Kereta Api Logistik

  • 08 Jul 2026 13:26 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat volume angkutan retail sepanjang Semester I 2026 mencapai 123.810 ton. Capaian ini meningkat 5,06% dibandingkan Semester I 2025 sebanyak 117.851 ton, serta tumbuh 21,84% dibandingkan Semester I 2024 sebanyak 101.617 ton.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan distribusi barang retail melalui kereta api terus menguat. Rata-rata volume angkutan retail KAI pada Januari–Juni 2026 mencapai sekitar 20.635 ton per bulan, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Semester I 2025 sekitar 19.642 ton per bulan dan Semester I 2024 sekitar 16.936 ton per bulan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, angkutan retail menjadi salah satu ruang pertumbuhan penting dalam ekosistem logistik nasional. Menurutnya, layanan ini dapat membantu pelaku usaha mendapatkan pilihan distribusi antarkota yang lebih terjadwal, berkapasitas besar, dan terhubung dengan jaringan logistik mitra.

“Angkutan retail KAI tumbuh karena pasar membutuhkan distribusi yang lebih efisien, terencana, dan mampu menjangkau lintas kota. Ini menjadi sinyal bahwa kereta api dapat mengambil peran lebih besar dalam sistem logistik nasional, termasuk untuk mendukung pelaku usaha dan UMKM,” ujar Anne kepada awak media , Selasa 7 Juli 2026.

Layanan angkutan retail KAI dijalankan dengan model bisnis Business to Business (B2B) melalui kemitraan strategis bersama mitra logistik. Melalui skema tersebut, pelaku usaha, UMKM, dan masyarakat dapat memanfaatkan layanan pengiriman berbasis kereta api melalui jaringan mitra, service point, serta layanan distribusi lanjutan yang tersedia di pasar.

Dalam rantai logistik, kereta api berperan kuat pada middle-mile atau perjalanan utama antarkota. Barang dikonsolidasikan oleh mitra, dibawa menggunakan kereta api pada lintas utama, lalu diteruskan melalui layanan distribusi lanjutan menuju titik penerima. Pola ini membuat kereta api dapat menjadi tulang punggung distribusi jarak menengah dan jarak jauh, sementara angkutan jalan tetap berperan penting sebagai penghubung awal dan akhir.

“Kereta api memiliki keunggulan pada kapasitas, keteraturan jadwal, dan efisiensi untuk perjalanan antarkota. Ketika peran ini dipadukan dengan jaringan first-mile dan last-mile dari mitra, pelaku usaha bisa mendapatkan rantai distribusi yang lebih kompetitif,” kata Anne.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....