Angkutan Barang dan Orang Kereta Catatkan Tren Positif

  • 26 Jun 2026 10:12 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, KAI mencatat layanan Commuter Line lintas Tanjung Priok terus tumbuh. Volume pelanggan lintas ini tercatat 1.599.107 pelanggan pada 2022, naik menjadi 2.676.363 pelanggan pada 2023, kemudian 3.377.633 pelanggan pada 2024, dan mencapai 3.531.311 pelanggan pada 2025. Pada Januari–Mei 2026, lintas Tanjung Priok telah melayani 1.468.660 pelanggan.

“Di Tanjung Priok, kereta api menjadi bagian dari mobilitas harian masyarakat perkotaan. Layanan ini digunakan pelanggan untuk bekerja, beraktivitas, mengakses kawasan permukiman, serta menjangkau area yang dekat dengan pelabuhan dan pusat ekonomi,” ujar Anne, Kamis 25 Juni 2026.

Di Semarang, Stasiun Semarang Tawang dan Semarang Poncol menjadi dua simpul utama layanan pelanggan di kota pelabuhan yang dekat dengan kawasan Tanjung Emas. Berdasarkan data KAI, sepanjang Januari–Mei 2026, kedua stasiun tersebut melayani 3.163.617 pelanggan naik-turun. Rinciannya, Stasiun Semarang Tawang melayani 1.736.897 pelanggan naik-turun, sedangkan Stasiun Semarang Poncol melayani 1.426.720 pelanggan naik-turun.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa kota pelabuhan juga memiliki kebutuhan mobilitas darat yang besar. Semarang berada di lintas utara Jawa dan menjadi titik temu perjalanan antarkota, pendidikan, wisata, perdagangan, serta aktivitas masyarakat pesisir.

Di Jawa Tengah, Stasiun Plabuan di Kabupaten Batang mulai melayani naik-turun pelanggan pada 2026. Berdasarkan data April–Mei 2026, Stasiun Plabuan melayani 398 pelanggan naik-turun. Keberadaan stasiun di wilayah pantai utara Jawa ini menambah pilihan perjalanan bagi masyarakat di sekitar kawasan pesisir.

Di Lampung, Stasiun Tanjungkarang menjadi simpul utama layanan pelanggan di Bandar Lampung. Pada Januari–Mei 2026, stasiun ini melayani 322.451 pelanggan naik-turun. Di wilayah yang sama, kawasan Pelabuhan Panjang dan Tarahan juga menjadi bagian penting dari ruang logistik Sumatra bagian selatan, terutama untuk mendukung distribusi komoditas dari kawasan produksi menuju simpul distribusi.

Keterkaitan rel dan kawasan pelabuhan juga dapat dilihat di sejumlah wilayah lain seperti Belawan di Sumatra Utara, Teluk Bayur di Sumatra Barat, kawasan Tanjung Perak di Surabaya, serta Kalimas yang dikenal dekat dengan aktivitas logistik di Surabaya. Setiap wilayah memiliki karakter berbeda, mulai dari layanan pelanggan, pergerakan komoditas, sampai dukungan terhadap kegiatan industri dan perdagangan.

Pada sisi layanan barang, KAI mencatat volume barang yang dilayani sepanjang Januari–Mei 2026 mencapai 26.486.417 ton. Komoditas terbesar yaitu batu bara sebanyak 21.563.901 ton, disusul petikemas 2.428.471 ton, BBM 1.096.998 ton, semen dan klinker 977.983 ton, perkebunan 268.728 ton, retail 48.684 ton, serta komoditas lainnya 101.652 ton.

Anne menyampaikan, layanan barang berbasis rel menjadi bagian dari rantai pasok darat yang terhubung dengan banyak simpul ekonomi. Dalam praktiknya, barang dari kawasan produksi, terminal, pelabuhan, dan pusat distribusi membutuhkan perjalanan lanjutan di daratan agar sampai ke wilayah tujuan.

“Pada layanan barang, kereta api membantu menghadirkan kapasitas besar dan jadwal yang lebih terukur. Bagi pelaku usaha, kepastian jadwal dan kapasitas menjadi penting. Bagi masyarakat, kelancaran distribusi ikut berpengaruh pada ketersediaan barang dan aktivitas ekonomi daerah,” kata Anne.

Secara keseluruhan, KAI Group melayani 214.045.803 pelanggan pada Januari–Mei 2026, naik 7,2 persen dibanding periode yang sama 2025 sebanyak 199.663.907 pelanggan. Angka tersebut memperlihatkan bahwa transportasi berbasis rel semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari perjalanan harian, perjalanan antarkota, perjalanan wisata, hingga perjalanan lanjutan ke simpul transportasi lain.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....