Laba Berbalik Positif, ALDO Setujui Buyback Saham pada RUPST dan RUPSLB 2026

  • 24 Jun 2026 16:55 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung Barat – PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) mencatatkan pemulihan kinerja yang kuat sepanjang tahun buku 2025. Emiten industri kemasan berbasis kertas tersebut berhasil membalikkan posisi dari rugi menjadi laba, sekaligus memperoleh persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan program pembelian kembali (buyback) saham senilai maksimal Rp10 miliar.

Keputusan tersebut dihasilkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di The Hive, Bumi Pancasona, Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat, Selasa 24 Juni 2026.

Berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2025, Alkindo membukukan laba bersih sebesar Rp35,34 miliar. Capaian ini menjadi lonjakan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya ketika perseroan masih mencatatkan rugi bersih Rp8,91 miliar.

Direktur Utama PT Alkindo Naratama Tbk, Herwanto Sutanto, mengatakan perbaikan kinerja tersebut dicapai di tengah kondisi industri yang menghadapi tekanan biaya energi dan kenaikan harga bahan baku sepanjang tahun lalu.

“Efisiensi operasional yang konsisten serta optimalisasi rantai pasok menjadi faktor penting yang mendukung pemulihan kinerja perseroan hingga mampu menghasilkan laba yang solid,” ujar Herwanto.

Sejalan dengan membaiknya fundamental perusahaan, pemegang saham juga menyetujui rencana buyback saham dengan alokasi dana maksimal Rp10 miliar. Program tersebut akan berlangsung selama satu tahun, mulai 24 Juni 2026 hingga 23 Juni 2027.

Menurut manajemen, aksi korporasi ini mencerminkan keyakinan perseroan terhadap prospek bisnis jangka panjang sekaligus menjadi langkah strategis untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham.

Selain agenda korporasi, penyelenggaraan RUPS dan Public Expose tahun ini turut menghadirkan konsep berbeda melalui kolaborasi dengan Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Telkom University. Seluruh elemen dekorasi acara memanfaatkan material ramah lingkungan produksi Alkindo, seperti honeycomb, papan tekstil, edge protector, dan honeycomb core.

Kaprodi DKV Telkom University, Arief Budiman, menilai kerja sama tersebut membuka ruang eksplorasi baru bagi mahasiswa dalam mengembangkan desain berbasis material berkelanjutan.

“Material industri kemasan ternyata dapat diolah menjadi karya dekoratif yang memiliki nilai estetika sekaligus mendukung prinsip desain ramah lingkungan,” katanya.

Memasuki tahun 2026, Alkindo menargetkan untuk mempertahankan tren pertumbuhan yang telah tercipta. Perseroan akan terus mengedepankan efisiensi operasional, penguatan struktur keuangan, serta pengembangan produk kemasan berkelanjutan guna memperkuat daya saing di pasar.

Sebagai informasi, PT Alkindo Naratama Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang integrasi industri kertas dan bahan kimia melalui sejumlah entitas anak usaha, yakni PT Swisstex Naratama Indonesia, PT Alfa Polimer Indonesia, dan PT Eco Paper Indonesia.

Selain mengembangkan produk berbasis kertas cokelat seperti paper tube dan paper core, perusahaan juga memperluas pasar ke segmen paper bag dan paper box yang ditujukan untuk kebutuhan FMCG, makanan dan minuman, serta pelaku UMKM seiring meningkatnya permintaan kemasan ramah lingkungan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....