Raker APINDO Bekasi, Perkuat Strategi Investasi untuk Hadapi Tekanan Ekonomi
- 08 Mei 2026 20:51 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Bekasi menggelar rapat kerja (Raker) tahun 2026 di Bandung, Jumat 8 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi di tengah tekanan ekonomi global yang berdampak pada sektor industri nasional.
Ketua APINDO Kabupaten Bekasi, M. Yusuf Wibisono mengatakan tema raker tahun ini yakni “Memperkokoh Pondasi Organisasi yang Kreatif, Produktif dan Inovatif dalam Menghadapi Dinamika Ekonomi Masa Depan” dipilih sebagai bentuk kesiapan organisasi menghadapi tantangan ekonomi dunia yang semakin kompleks.
Menurut Yusuf, situasi geopolitik global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah, turut memberikan pengaruh besar terhadap dunia industri, khususnya sektor otomotif. Berbagai isu strategis turut dibahas dalam forum tersebut, mulai dari geopolitik global, tekanan ekonomi dunia, perkembangan era digitalisasi, otomasi industri, hingga program kerja masing-masing bidang organisasi.
“Kondisi tekanan ekonomi global sangat berpengaruh terhadap dunia industri, kemudian isu Timur Tengah yang sampai saat ini belum ada titik cerah. Saya mewakili industri otomotif sangat merasakan dampaknya, sehingga kita harus berpikir mengenai efisiensi untuk menjaga stabilitas harga,” ujar Yusuf.
Dalam rapat kerja tersebut, APINDO Kabupaten Bekasi mengajak seluruh anggota untuk memperkuat sinergi dan menyusun langkah strategis agar perusahaan tetap bertahan tanpa harus melakukan rasionalisasi tenaga kerja. Yusuf menegaskan, pengusaha harus mampu menciptakan berbagai skema kerja yang kreatif, produktif, dan inovatif guna menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
“Melalui raker ini kita mengharapkan seluruh anggota siap menghadapi kondisi saat ini dengan berbagai skema agar tidak terjadi rasionalisasi. Kita mengajak anggota bersama-sama bersinergi membuat langkah kerja yang kreatif, produktif, dan inovatif,” katanya.
Selain itu, Raker APINDO Kabupaten Bekasi juga menekankan pentingnya kolaborasi antarbidang di internal organisasi untuk merealisasikan program kerja APINDO pusat. Menurut Yusuf, menjaga kepercayaan investor menjadi faktor penting agar sektor industri di Kabupaten Bekasi tetap tumbuh di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu.
“Yang penting bagaimana para investor ini terus mempercayakan investasinya. Saya tetap optimistis Kabupaten Bekasi sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Asia Tenggara masih memiliki potensi yang sangat besar,” ujarnya.
Ia juga menilai keterlibatan pemerintah sangat dibutuhkan dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif agar para investor memiliki kepastian dan keyakinan dalam menanamkan modalnya di Bekasi. Selain itu, APINDO Kabupaten Bekasi berharap pemerintah dapat mengambil langkah konkret melalui kebijakan dan regulasi yang mendukung keberlangsungan dunia usaha di tengah tekanan ekonomi global.
Menurut Yusuf, sejumlah perusahaan, terutama sektor padat karya, mulai mengalami kesulitan akibat tingginya tekanan ekonomi dan kenaikan biaya operasional, termasuk kenaikan upah tenaga kerja. “Memang ada beberapa pengusaha yang tidak dapat bertahan karena tekanan ekonomi global dan akhirnya menutup usahanya. Saat ini kami sedang melakukan riset dan survei terkait beberapa usaha yang tutup,” katanya.
Karena itu, APINDO meminta pemerintah dapat melihat kondisi riil dunia usaha secara objektif dan menghadirkan kebijakan yang menjadi solusi bersama antara pengusaha, pekerja, dan pemerintah. “Kami berharap pemerintah bisa membuat kebijakan yang menjadi win-win solution bagi semua pihak,” ujar Yusuf.
Melalui rapat kerja tahun 2026 ini, APINDO Kabupaten Bekasi berharap organisasi semakin solid dan mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi masyarakat serta mendukung pengembangan perekonomian nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....