KPPN Garut Dorong Akar Wangi Sebagai Motor Penggerak Ekonomi Daerah
- 21 Apr 2026 13:35 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Garut - Berbagai komoditas unggulan dari sektor pertanian dan perkebunan merupakan salah satu potensi yang bisa meningkatkan dan memberikan nilai tambah perekonomian masyarakat.Salah satunya Akar Wangi yang merupakan komoditas unggulan yang disinyalir memiliki nilai ekonomi tinggi, namun aspek pengelolaannya belum sepenuhnya dioptimalkan.
Tanaman penghasil minyak atsiri ini, sejak, sejak lama telah dibudidayakan oleh masyarakat di Kabupaten Garut, bahkan telah diekspor ke pasar internasional. "Berdasarkan data profil akar wangi yang disampaikan Pemkab Garut, minyak akar wangi telah diekspor ke berbagai negara antara lain India, Singapura, Swiss, Jerman, Belanda, Kanada, USA, Dubai, Qatar, China dan Australia,"kata Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kabupaten Garut, Budi Lesmana, di Garut, Selasa, 21 April 2026.
Ia mengatakan, bisnis akar wangi Garut memiliki prospek yang sangat menjanjikan dari segi nilai tambah ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. "Oleh karena itu, kami mendorong pengembangan bisnis ini harus menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah,"ujarnya.
Ia menyampaikan, Garut sebagai Sentra Akar Wangi Nasional Kabupaten Garut, saat ini memiliki sekitar 2.500 hektare lahan akar wangi dan menghasilkan 60–75 ton minyak akar wangi per tahun. Sentra perkebunan akar wangi di Garut berada di kecamatan Samarang, Pasirwangi, Bayongbong dan Cilawu. "Kabupaten Garut terkenal sebagai salah satu tempat terbesar untuk memproduksi akar wangi di Indonesia. Garut bahkan menyumbang lebih dari 90% produksi nasional minyak akar wangi Indonesia,"katanya.
Karena tanah vulkanik yang subur, iklim yang tepat, dan ketinggian yang ideal,menurutnya Garut memiliki karakteristik unik. Minyak akar wangi Garut memiliki daya saing tinggi di pasar internasional karena kandungan minyaknya yang tinggi dan aromanya yang kuat. "Pemerintah Daerah dapat memanfaatkan peluang strategis ini untuk mendorong pertumbuhan komoditas akar wangi sebagai salah satu penggerak ekonomi baru,"tuturnya.
Ia menyampaikan, di seluruh dunia, permintaan minyak akar wangi terus meningkat, dan industri parfum, kosmetik, aromaterapi, dan farmasi membutuhkan bahan baku alami berkualitas tinggi. "Tren global terhadap produk berbahan alami yang ramah lingkungan semakin meningkatkan peluang pasar untuk minyak akar wangi,"katanya.
Ia mengatakan, selain sebagai bahan baku minyak atsiri, akar wangi juga dapat dikembangkan menjadi berbagai produk turunan bernilai tambah, antara lain, minyak atsiri akar wangi, Produk aromaterapi, Kosmetik herbal, Produk spa dan wellness, Parfum berbasis bahan alami dan Kerajinan berbahan akar wangi.
"Diversifikasi produk ini membuka peluang bagi pengembangan industri kecil dan menengah serta meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah,"ujarnya.
Ia mengatakan, peran KPPN Garut dan PIP
Melihat potensi akar wangi Garut yang begitu besar, berkeinginan untuk mendorong akar wangi menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi di kabupaten Garut. "KPPN Garut akan mengajak pihak-pihak terkait seperti Pemda, Kementerian/Lembaga dan BUMN untuk sama-sama memajukan Kembali industri minyak akar wangi. Kabupaten Garut diharapkan menjadi sentra akar wangi dunia," katanya.
Sebagai Langkah nyata, KPPN Garut baru-baru ini bersama Pusat Investasi Pemerintah (PIP) sebagai salah satu Badan Layanan Umum di Kementerian Keuangan mengunjungi koperasi akar wangi yang ada di kecamatan Samarang Garut disertai Dinas Koperasi UMKM kabupaten Garut.
Ia meyakini, pembangunan akar wangi meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal. Pengembangan industri turunan akar wangi juga dapat mendorong pertumbuhan UMKM di daerah. Ini karena proses budidaya, panen, pengolahan, dan pemasaran membutuhkan partisipasi masyarakat yang luas. "Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan umum dan memperkuat ekonomi yang bergantung pada potensi lokal," katanya.
Ia mengatakan, meskipun memiliki potensi besar, pengembangan akar wangi di Kabupaten Garut masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain Teknologi penyulingan yang masih terbatas, Akses pasar yang belum optimal, Fluktuasi harga di pasar global, Regenerasi petani yang masih terbatas."Tantangan tersebut memerlukan perhatian dan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, serta masyarakat,"tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....