Pemkot Bandung, Penataan Ulang Kawasan Asia Afrika Sebagai Aktivitas Ekonomi

  • 16 Apr 2026 11:51 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berencana menghidupkan kembali kawasan Asia Afrika sebagai pusat aktivitas ekonomi dan pariwisata. Meski sektor perhotelan di kawasan tersebut masih bertahan, sejumlah pertokoan dilaporkan mulai sepi bahkan banyak yang tutup.

‎Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebut kawasan Jalan Asia Afrika masih memiliki daya tarik kuat sebagai destinasi wisata, terutama bagi wisatawan yang menginap di hotel-hotel sekitar.

‎“Asia Afrika itu sekarang alhamdulillah hotelnya masih hidup sebagai tempat tujuan wisata. Tetapi khususnya dari poros Masjid Raya Bandung sampai ke Otista, banyak toko yang sudah tutup,” ujar Farhan, Kamis 16 April 2026.

‎Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius Pemkot Bandung. Upaya revitalisasi akan dilakukan dengan mengundang investor agar aktivitas ekonomi di kawasan tersebut kembali bergeliat. Ia optimistis potensi ekonomi di kawasan pusat kota masih sangat besar.


‎Farhan mencontohkan kawasan Kosambi yang dinilai masih memiliki daya hidup dan bisa kembali berkembang. Hal itu menjadi indikator bahwa kawasan Asia Afrika pun memiliki peluang serupa untuk bangkit.

‎“Kalau Kosambi saja masih bisa hidup lagi, maka di sini juga bisa hidup lagi. Potensi di Bandung ini masih sangat besar,” katanya.

‎Sebagai langkah awal, Pemkot Bandung akan melakukan penataan ulang di kawasan Kosambi Simpang Lima. Proyek tersebut ditargetkan rampung dalam waktu sekitar satu tahun. Setelah itu, fokus revitalisasi akan diarahkan ke kawasan Asia Afrika.

‎Dalam rencana penataan tersebut, Pemkot Bandung akan melakukan pembenahan tampilan kawasan melalui program peremajaan atau facelift bangunan. Langkah ini mencakup pembersihan fasad gedung serta penghilangan aksi vandalisme yang selama ini merusak estetika kawasan.

‎“Kita akan melakukan facelift. Jadi tampilan gedungnya akan kita bersihkan, vandalisme akan kita hilangkan,” ucapnya. ‎Farhan menegaskan, penanganan vandalisme tidak bisa dilakukan hanya sekali. Diperlukan upaya berkelanjutan serta pengawasan ketat agar kawasan tetap terjaga kebersihannya.

‎“Kalau muncul lagi, dibersihkan lagi. Pelaku yang tidak bertanggung jawab juga akan kita tindak,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....