Minim Modal, Profesi Tenaga Pemasar Jadi Alternatif Usaha yang Realistis
- 27 Mar 2026 17:25 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Jakarta - Keinginan memiliki usaha sendiri kerap terkendala persoalan modal. Biaya sewa tempat, pengadaan stok, hingga promosi yang tidak sedikit, sering membuat calon pelaku usaha menunda langkahnya.
Di sisi lain, dunia kerja saat ini semakin dinamis. Pilihan karier tidak lagi terbatas pada jalur konvensional dengan jam kerja kaku, melainkan mengarah pada fleksibilitas sekaligus peluang bertumbuh.
Salah satu contoh datang dari Raka Rosadi Putra, seorang agency builder di Prudential Syariah. Raka mengaku memilih jalur tersebut setelah mempertimbangkan risiko dan peluang yang ada.
“Saya cari yang risikonya cukup rendah, tapi tetap punya potensi profit. Dari beberaoa opsi, Prudential Syariah itu awalnya pilihan terakhir, tapi setelah saya telaah risiko dan peluangnya, justru ini yang paling ideal dan worth it, untuk saya,” ujar Raka, Jumat 27 Maret 2026.
Secara demografi, Indonesia memiliki potensi besar. Data menunjukkan jumlah Generasi Z mencapai sekitar 74,93 juta jiwa dan milenial sekitar 69,38 juta jiwa dimana lebih dari separuh penduduk berada pada usia produktif.
Namun, potensi ini perlu diimbangi dengan akses peluang nyata. Kementerian UMKM mencatat rasio kewirausahaan nasional pada 2025 sebesar 3,29 persen, angka tersebut menunjukkan peningkatan meski masih perlu didorong agar lebih banyak masyarakat berani memulai usaha, termasuk yang tidak membutuhkan modal besar.
Salah satu alternatif yang dinilai realistis adalah profesi tenaga pemasar. Profesi ini dinilai memiliki kemiripan dengan wirausaha, karena menuntut kemampuan membangun relasi, mengatur waktu secara mandiri, serta menyusun target kerja.
Di industri asuransi, tenaga pemasar tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga berperan dalam memberikan edukasi terkait perencanaan keuangan. Peran ini dinilai penting, mengingat tingkat literasi keuangan syariah di Indonesia masih perlu ditingkatkan.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024, indeks literasi keuangan syariah tercatat sebesar 43,42 persen, sementara inklusi keuangan syariah sebesar 13,41 persen. Data tersebut menunjukkan masih banyak masyarakat membutuhkan pendampingan dalam memahami produk keuangan.
Selain itu, peluang di profesi ini juga diakui industri. Pada ajang Sharia Insurance Convention and Awards (SICA) 2025, tenaga pemasar Prudential Syariah meraih sejumlah penghargaan, termasuk kategori The Best of The Best Sharia Agent.
Capaian tersebut menunjukkan adanya jalur pengembangan karier yang jelas, mulai dari pelatihan hingga kesempatan berprestasi. Di lapangan, peran tenaga pemasar juga dinilai berdampak langsung bagi masyarakat dimana mereka tak hanya berorientasi pada penjualan, tetapi juga mendampingi nasabah dalam proses klaim hingga memastikan hak perlindungan terpenuhi.
Raka mengaku telah menjalani profesi ini secara penuh sejak 2022, dan telah menangani berbagai klaim, mulai dari jutaan hingga ratusan juta rupiah, bahkan mencapai total miliaran rupiah. Menurutnya, kunci utama dalam profesi ini bukan pada besarnya modal, melainkan konsistensi untuk memulai, terus belajar, dan strategi tepat agar mencapai hasil optimal
“Tanya dulu, punya mimpi atau tidak, dan mau capainya bagaimana. Kalau masih ragu, giat belajar dan lihat peluang dari sudut pandang baru,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....