DJKA Siap Menyambut Hajat Besar, Angkutan Lebaran 2026
- 26 Feb 2026 21:58 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan menyiagakan personel dan alat berat di jalur kereta api yang dipetakan rawan bencana. Hal itu guna memastikan keselamatan serta kelancaran angkutan arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah.
"DJKA menyiagakan personel dan alat berat berupa sarana penolong di sejumlah titik rawan bencana guna mengawal kelancaran arus mudik masyarakat. Yaitu yang akan berlangsung jelang Idul Fitri 1447 Hijriah," kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono, Kamis 26 Februari 2026.
Penanganan itu sejalan dengan pemetaan Daerah Pemantauan Khusus (Dapsus) yang tersebar di seluruh wilayah kerja DJKA. Pemantauan dan penanganan Dapsus itu dilakukan secara kolaboratif dengan pihak operator maupun pemerintah daerah setempat agar mengurangi risiko bencana yang dapat mengganggu perjalanan kereta api.
Di samping melakukan pemantauan Dapsus, Allan mengungkapkan pihaknya tengah mengupayakan penyelesaian rangkaian ramp check. Dia menyebutkan DJKA telah merampungkan ramp check pada total 3.571 sarana perkeretaapian yang akan dioperasikan saat masa angkutan Lebaran.
“Terdapat sekitar 4.181 sarana yang perlu dilakukan ramp check untuk Lebaran ini, terdiri dari 326 unit lokomotif, 2.119 unit kereta ditarik lokomotif, 103 unit KRD dan 1.633 unit KRL, dan saat ini kami masih terus menghimpun data dari teman-teman balai yang melakukan ramp check di lapangan,” jelas Allan. Adapun pelaksanaan ramp check sarana telah dilakukan sejak tanggal 2 Februari 2026 di seluruh wilayah kerja Balai Teknik Perkeretaapian di bawah DJKA guna memastikan kelaikan operasional dalam menunjang arus mudik maupun arus balik jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Selain ramp check sarana, Allan mengungkapkan DJKA telah menggelar ramp check standar pelayanan minimum (SPM) di stasiun, inspeksi keselamatan sarana dan prasarana perkeretaapian, serta akan menggelar Posko Harian Bidang Perkeretaapian untuk memantau dan memastikan kelancaran pergerakan masyarakat. Terkait dengan angkutan Lebaran 2026 dengan moda kereta api, Allan menyebutkan kapasitas angkut kereta api antarkota yang akan tersedia sebanyak 3,58 juta tempat duduk, dengan prediksi puncak mudik pada Rabu, 18 Maret 2026 dan puncak balik pada Selasa, 24 Maret 2026.
Total sekitar 384 perjalanan kereta api per hari untuk layanan kereta api antar kota yang nantinya akan beroperasi selama masa Angkutan Lebaran 2026 dan masyarakat diharapkan dapat menghindari tanggal-tanggal yang diprediksi menjadi puncak arus mudik maupun arus balik untuk mencegah terjadinya penumpukan di stasiun. “Kami terus upayakan agar persiapan menyambut hajat akbar ini dapat berlangsung optimal sehingga perjalanan mudik masyarakat nantinya dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan selamat,” Tutup Allan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....