Jawa Barat Geser Strategi Investasi, Fokus ke Teknologi Tinggi
- 24 Feb 2026 20:07 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai menggeser arah investasi dengan menyusun klaster tematik di 27 kabupaten dan kota. Fokus utama diarahkan pada sektor teknologi tinggi, meliputi pusat data, semikonduktor, hingga ekonomi digital.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat, Dedi Taufik, menyebut perubahan strategi ini merupakan respons atas dinamika global.
“Arus modal internasional kini bergerak meninggalkan proyek infrastruktur konvensional menuju industri berbasis teknologi dengan nilai tambah besar. Kami menyiapkan pendekatan tematik berbasis kewilayahan,” ujarnya Selasa 24 Februari 2026.
Sepanjang 2025, investasi dunia didominasi pembangunan data center dan industri chip. Pusat data menyumbang sekitar 20 persen dari total nilai proyek baru global.
Sebaliknya, investasi di sektor infrastruktur tradisional, energi terbarukan, serta industri sensitif tarif seperti tekstil, elektronik, dan permesinan mengalami perlambatan.
Lonjakan investasi semikonduktor dipicu kebutuhan Artificial Intelligence (AI) serta kebijakan proteksi industri chip di sejumlah negara, termasuk program CHIPS Act di Amerika Serikat dan kebijakan serupa di Eropa serta Asia.
Hasil pemetaan bersama pemerintah kabupaten/kota menempatkan Jawa Barat sebagai kandidat pusat industri elektronik dan hilirisasi semikonduktor.
Wilayah yang diproyeksikan menjadi lokasi pengembangan antara lain Bekasi, Subang, Purwakarta, dan Sukabumi.
Selain manufaktur teknologi, Jawa Barat juga diarahkan menjadi simpul ekonomi digital dan pusat data nasional. Saat ini, lebih dari 30 perusahaan tercatat menanamkan modal di sektor tersebut, dengan konsentrasi di kawasan industri Bekasi, Karawang, dan Purwakarta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....