Dampak El Nino, Luas Tanam dan Produksi Padi Menurun

  • 22 Jul 2023 20:56 WIB
  •  Bandung

KBRN, Subang: Dinas Pertanian Kabupaten Subang, harus menutupi tekor produksi musim tanam periode Januari sampai Agustus 2023, mengalami penurunan hasil panen, karena terdampak iklim El Nino, yang terjadi sejak April 2023 hingga saat ini.

Jabatan Fungsional Ahli Muda Pengawasan Mutu Hasil Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Subang Andrie Anggraeni mengatakan, dibanding dengan tahun 2022 lalu, hasil produksi tahun 2023 diperkirakan mengalami penurunan. Luas panen tahun 2022 diungkapkan Andrie Anggaraeni, 114. 854 hektar, sedangkan di tahun 2023 109.806 hektar, dengan produksi yang dihasilkan si tahun 2022 661,094 ton padi, dan tahun 2023 sebanyak 620,499 ton padi.

"Terlihat penurunannya, baik di luas panen di tahun 2022 dengan 2023, begitupun penurunan di hasil panen tahun 2022 dengan tahun 2023," ujar Andrie Anggraeni kepada RRI di Subang, Sabtu (22/7/2023).

Upaya yang dilakukan Dinas Pertanian Kabupaten Subang, lanjut Andrie Anggraeni, dengan melakukan kejar tanam pada periode Juli-September, dengan luasan 1000 hektar, di tambah target kompensasi penurunan luas tanam dan produksi yabg terjadi periode tanam Januari-Agustus 2023, seluas 25 ribu hektar.

"Kejar tanam 1000 hektar, di tambah target 25 ribu hektar kompensasi penurunan produksi tersebut, guna memenuhi target produksi padi Kabupaten Subang tahun 2023 sebesar 1,3 juta ton, yang terganggu akibat iklim El Nino," tegasnya.

Tentunya kejar target tanam 1000 hektar, dan kompensasi penurunan produksi 2023 dikatakan Andrie Anggraeni, di dukung oleh 9 langkah menghadapi elnino, sesuai surat dari Kementerian Pertanian.

"Kesembilan langkah itu, saat ini sudah dan sedang kami lakukan, agar dampak El Nino ini tidak berimbas terhadap penurunan produksi seperti di periode Januari - Agustus 2023," tukas Andrie Anggraeni.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....