Pemkot Perkuat Kolaborasi Pariwisata Untuk Dongkrak Ekonomi Kota
- 10 Feb 2026 17:55 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mendorong penguatan sektor pariwisata sebagai salah satu motor utama penggerak perekonomian daerah. Kolaborasi antara investor, pelaku usaha, provider, hingga seller dinilai menjadi kunci agar produk wisata Kota Bandung dapat dikemas lebih menarik dan kompetitif di pasar.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan kegiatan yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan industri pariwisata memiliki peran strategis. Hal tersebut untuk memastikan berbagai fasilitas dan produk wisata yang telah dibangun oleh investor dan pelaku industri dapat dipasarkan dalam bentuk paket wisata yang bernilai jual tinggi.
“Acara seperti ini menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa apa yang telah dibangun oleh para investor dan pelaku industri pariwisata bisa dijajakan dalam paket-paket yang menarik oleh para seller,” ujar Farhan, selasa 10 Februari 2026.
Baca Juga: SMAN 13 Bandung Ungkap Kronolgi Upaya Pengosongan Lahan
Ia mengungkapkan, pergerakan wisatawan ke Kota Bandung menunjukkan angka yang signifikan. Sepanjang periode terakhir tercatat hampir 24 juta perjalanan, dengan jumlah wisatawan yang masuk ke Kota Bandung mendekati 12 juta orang. Angka tersebut dinilai memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan industri pariwisata sekaligus perekonomian kota.
Menurut Farhan, sektor pariwisata merupakan bagian dari strategi besar pembangunan ekonomi Kota Bandung yang dirumuskan dalam konsep tourism, trade, and investment. Kehadiran wisatawan akan mendorong terjadinya transaksi ekonomi di berbagai sektor, mulai dari perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku UMKM.
“Adanya tourism akan menghadirkan banyak transaksi. Dari transaksi itulah kita harapkan bisa mengundang banyak investment datang ke Kota Bandung,” katanya.
Farhan juga menyoroti keterbatasan destinasi wisata alam di dalam wilayah administratif Kota Bandung. Meski demikian, ia menegaskan Bandung merupakan bagian dari Cekungan Bandung yang memiliki potensi wisata alam sangat besar. Karena itu, ia mendorong para pelaku industri pariwisata untuk mengemas paket wisata terintegrasi lintas wilayah.
“Bandung itu bagian dari Cekungan Bandung. Wisata alamnya banyak sekali. Misalnya ngopi di Kota Bandung, jalan-jalan ke Tahura, healing ke Ciwidey,” ucapnya.
Baca Juga: Hampir 12 Juta Wisatawan Kunjungi Bandung Sepanjang 2025
Ke depan, Farhan berharap Kota Bandung dapat terus berperan sebagai hub atau penghubung antara provider dan seller industri pariwisata, sehingga Bandung tetap menjadi salah satu destinasi unggulan di Indonesia.
Selain pengemasan produk wisata, peningkatan kualitas infrastruktur dasar juga menjadi perhatian utama Pemkot Bandung. Sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Barat, pemerintah daerah berkomitmen melakukan pembenahan infrastruktur agar wisatawan memperoleh pengalaman yang nyaman dan berkesan saat berkunjung.
Di tengah tantangan persoalan sampah, Farhan menegaskan dua aspek utama yang terus dijaga adalah keamanan dan kebersihan. Ia memastikan wisatawan harus merasa aman beraktivitas kapan pun dan di mana pun di Kota Bandung, tanpa gangguan parkir liar maupun tindak kriminalitas.
“Wisatawan harus merasa aman mau jalan jam berapa pun, keluar hotel, tidak ada parkir liar, tidak ada begal. Itu tidak boleh,” tandasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....